Harga Batu Bara Mantapkan Reli

Harga batu bara melanjutkan relinya pada sesi perdagangan hari keempat berturut-turut, Rabu (5/9/2018)
Renat Sofie Andriani | 06 September 2018 08:06 WIB
Aktivitas di area pertambangan batu bara PT Adaro Indonesia, di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Selasa (17/10). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara melanjutkan relinya pada sesi perdagangan hari keempat berturut-turut, Rabu (5/9/2018) 

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak November 2018 berakhir menguat 0,45% atau 0,50 poin di level 112,85 per metrik ton.

Adapun pada perdagangan Selasa (4/9) harga batu bara kontrak November 2018 ditutup menguat   0,85% atau 0,95 poin di US$112,35 per metrik ton.

Di sisi lain, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Oktober 2018 berakhir turun tipis 0,09% atau 0,10 poin di posisi 113,85.

Di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara juga berakhir menguat untuk sesi keempat berturut-turut. Harga batu bara untuk kontrak teraktif Oktober 2018 ditutup naik 0,89% di posisi 101,55 kemarin, setelah berakhir menguat 1,56% atau 1,55 poin di level US$100,65 per metrik ton pada Selasa (4/9).

Sementara itu, di Zhengzhou Commodity Exchange, harga batu bara thermal untuk pengiriman Januari 2019 mampu berakhir rebound 0,72% atau 4,4 poin di level 615 yuan per metrik ton pada perdagangan kemarin.

Berbanding terbalik dengan batu hitam, harga minyak mentah melemah pada perdagangan Rabu (5/9) menyusul laporan industri yang menunjukkan peningkatan cadangan di Cushing, Oklahoma.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober berakhir merosot 1,65% di level US$68,72 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun minyak Brent untuk pengiriman November ditutup merosot 1,15% atau 0,90 poin di level US$77,27 di bursa ICE Futures Europe.

Minyak berjangka New York melemah setelah American Petroleum Institute melaporkan penurunan jumlah persediaan minyak nasional yang diimbangi oleh ekspansi stok di Cushing, selain cadangan bensin dan minyak distilat.

API melaporkan bahwa total stok minyak mentah turun 1,17 juta barel sementara persediaan Cushing naik 631.000 barel, bensin naik 1 juta barel dan minyak distilasi naik 1,75 juta barel. Jika EIA mengonfirmasi kenaikan di Cushing pada hari Kamis, ini akan menjadi kenaikan pekan keempat berturut-turut.

“Minyak jatuh di tengah kekhawatiran bahwa pelemahan pasar emerging markets akan menekan pertumbuhan ekonomi dan membatasi permintaan," kata Gene McGillian, manajer riset pasar di Tradition Energy, seperti dikutip Bloomberg.

Pergerakan harga batu bara kontrak November 2018 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

5 September

112,85

(+0,45%)

4 September

112,35

(+0,85%)

3 September

111,40

(+1,13%)

31 Agustus

110,15

(+0,18%)

30 Agustus

109,95

(-1,65%)

Sumber: Bloomberg

Tag : harga batu bara
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top