Lima Saham Big Cap Tekan IHSG Sesi I

Saham BBCA menjadi penekan utama atas anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (5/9/2018).
Renat Sofie Andriani | 05 September 2018 13:19 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Saham BBCA menjadi penekan utama atas anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (5/9/2018).

IHSG anjlok 3,33% atau 196,42 poin ke level 5.708,88 pada akhir sesi I, setelah dibuka melemah 0,62% atau 36,52 poin di posisi 5.868,78.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.704,42 – 5.868,78.

Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 38 saham menguat, 376 saham melemah, dan 187 saham stagnan dari 601 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang turun 3,13% menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG pada akhir sesi I, berikut empat saham lainnya berdasarkan nilai kapitalisasi pasar (lihat tabel).

Seluruh sembilan indeks sektoral IHSG menetap di wilayah negatif dengan tekanan utama sektor tambang (-3,99%), konsumer (-3,62%), dan industri dasar (-3,44%).

Sementara itu, saham PTBA (-6%), ADRO (-4,71%), INCO (-6,59%), dan INDY (-8,79%) menjadi penekan utama terhadap pelemahan sektor tambang pada indeks sektoral IHSG siang ini.

Berikut rincian saham pada IHSG di akhir sesi I:

Lima saham penekan utama berdasarkan kapitalisasi pasar:

Kode

Perubahan

BBCA

-3,13%

HMSP

-3,93%

BBRI

-4,18%

UNVR

-4,26%

BMRI

-3,80%

Lima saham terlemah berdasarkan persentase: 

Kode

Perubahan

INPP

-22,63%

GDST

-18,13%

TPMA

-16,67%

DWGL

-15,84%

SRAJ

-15,00%

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top