Hartadinata (HRTA) Sasar Gadai Emas, 7 Risiko Ini Siap Dihadapi

Produsen sekaligus peritel emas, PT Hartadinata Abadi Tbk. kini tengah siap untuk menjalankan bisnis gadai emas.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 31 Agustus 2018  |  16:24 WIB
Hartadinata (HRTA) Sasar Gadai Emas, 7 Risiko Ini Siap Dihadapi
Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk Sandra Sunanto memperlihatkan koleksi perhiasan emas di toko emas ACC, di Blok M Square, Jakarta, Selasa (5/9). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen sekaligus peritel emas, PT Hartadinata Abadi Tbk. kini tengah siap untuk menjalankan bisnis gadai emas.

Bisnis utama emiten bersandi saham HRTA adalah jual dan beli emas kepada pelanggan. Kini perseroan melihat peluang gadai, sehingga perseroan mendirikan PT Gadai Cahaya Dana Abadi (GCDA).

Dalam keterbukaan informasi, Jumat (31/8/2018), perseroan bisnis gadai yang ditangani GCDA pun memiliki 7 risiko, berikut risiko dan juga cara untuk mengatasi risiko tersebut.

1. Risiko Operasional
Ketidakcukupan dan atau kurang berfungsinya proses internal, adanya kesalahan atau penyalahgunaan wewenang oleh pegawai, kegagalan sistem, bencana alam dan masalah eksternal lainnya dapat mempengaruhi
operasional GCDA.

Untuk memitigasi risiko ini, GCDA membentuk kebijakan, prosedur dan limit yang bermanfaat dalam memantau, mengukur dan memitigasi risiko operasional serta senantiasa mengupdate kebijakan dan prosedur sesuai dengan perkembangan organisasi serta perubahan peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku

2. Risiko Bisnis
Risiko yang berhubungan dengan posisi kompetitif dan prospek GCDA untuk berhasil dalam pasar yang terus berubah. Masuknya persaingan dalam industri gadai yang menawarkan berbagai produk dan kemudahan yang dapat mempengaruhi pangsa pasar GCDA.

Untuk memitigasi risiko ini, GCDA perlu membuat inovasi-inovasi baru dalam rangka mempertahankan pasar dengan memanfaatkan informasi-informasi tentang kondisi dan keadaan pasar.

3. Risiko Pasar
Risiko yang disebabkan terjadinya pergerakan variabel pasar, seperti pergerakan nilai agunan karena penurunan harga emas dan gejolak pasar yang dapat mempengaruhi tingkat suku bunga pinjaman. Untuk memitigasi risiko ini, GCDA berusaha mendapatkan pinjaman ke bank dengan tingkat suku bunga yang paling menguntungkan.

4. Risiko Hukum
Risiko yang timbul akibat lemahnya aspek yuridis yang dapat menimbulkan kerugian bagi GCDA, antara lain disebabkan adanya tuntutan hukum, tiadanya undang-undang yang mendukung atau lemahnya perikatan seperti syarat sahnya suatu pengikatan jaminan yang diagunkan debitur.

Cara mengantisipasi risiko ini, GCDA berusaha untuk selalu membina hubungan baik dan menjaga kepercayaan para pihak sehingga risiko tuntutan atau gugatan hukum ke depannya dapat diminimalkan bahkan ditiadakan.

5. Risiko Reputasi
Risiko yang disebabkan adanya publikasi negatif yang terkait dengan kegiatan usaha Perusahaan, atau adanya persepsi negatif terhadap GCDA. Risiko terjadinya perampokan, kegagalan sistem operasional, keluhan nasabah
terhadap produk atau layanan.

Untuk memitigasi risiko ini, GCDA melakukan pengembangan infrastruktur yang meliputi implementasi software dan hardware yang tepat, pengembangan prosedur serta manajemen kerja yang semakin baik.

6. Risiko Kredit
GCDA bergerak di industri jasa Pergadaian sehingga membutuhkan modal kerja yang tinggi agar dapat menjalankan kegiatan operasionalnya. Sehingga, penundaan dan kegagalan pembayaran pinjaman dari pelanggan dapat berpengaruh negatif terhadap perputaran modal kerja GCDA.

Upaya yang dilakukan oleh GCDA untuk mengurangi dampak yang timbul dari risiko keterlambatan maupun kegagalan pembayaran oleh pelanggan adalah GCDA perlu secara aktif mengelola profil pelanggan dalam hal diversifikasi debitur dan membatasi jumlah pinjaman dari masing-masing debitur.

7. Risiko Sosial Politik
Munculnya risiko sosial dan politik dalam industri jasa Pergadaian dapat ditemukan dalam berbagai macam bentuk risiko, termasuk peraturan pemerintah dan reaksi masyarakat terhadap perubahan ekonomi negara.

GCDA akan selalu berusaha memenuhi standar produk, lingkungan, kesehatan, ketenagakerjaan, perpajakan dan keamanan beserta persyaratan perijinan lainnya. Melalui implementasi standar-standar terbaik dan rencana yang matang, risiko-risiko yang mungkin timbul dapat ditekan, tetapi tetap memperkirakan force majeure yang mungkin terjadi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Hartadinata Abadi

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup