HOKI Tambah Kapasitas Produksi Beras di Subang

Produsen beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk. berencana meningkatkan kapasitas produksi di pabrik Subang, Jawa Barat dari 35 ton per jam menjadi 55 ton per jam.
Novita Sari Simamora | 29 Agustus 2018 12:09 WIB
Direktur Utama PT Buyung Poetra Sembada Tbk (BPS) Sukarto Buyung (dari kiri) bersama Komisaris Utama Jonathan Jochanan, dan Senior Vice Presiden Corporate Finance PT RHB Securities Indonesia Bernandus Sumarco, meninjau aktivitas Penawaran Umum Saham Perdana BPS , di Jakarta, Kamis (15/6). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA -- Produsen beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk. berencana meningkatkan kapasitas produksi di pabrik Subang, Jawa Barat dari 35 ton per jam menjadi 55 ton per jam.

Direktur Utama Buyung Poetra Sembada Sukarto Buyung mengatakan permintaan beras dalam kemasan semakin meningkat, sehingga perseron meningkatkan produksi beras. Buyung Poetra memproduksi beras dengan merek Topi Koki, HOKI BPS, Super Belida, dan Rumah Limas.

"Kami berupaya memaksimalkan penyediaan pasokan beras Topi Koki ke semua jaringan distribusi," ungkapnya di Jakarta, Rabu (29/8/2018).

Emiten bersandi saham HOKI ini memiliki kapasitas pemrosesan beras sebesar 5 ton per jam di Pasar Induk Cipinang. Sukarto mengungkapkan ada peningkatan permintaan dari pasar modern dan tradisional, maka perseroan juga memasok beras private label ke jaringan ritel seperti Giant, Hero, Yogya, dan Indomaret serta mengantisipasi kenaikan permintaan pada tahun-tahun mendatang.

Total penjualan HOKI pada semester I/2018 mencapai Rp764,46 miliar, naik 9,11% dari posisi Rp700,62 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. HOKI pun memiliki pelanggan yang nilai penjualan melebihi 10% yakni PT Indomarco Primatama (Indomaret).

Adapun nilai penjualan kepada Indomaret hingga Juni 2018 mencapai Rp187,55 miliar, atau 24,5% dari total penjualan beras HOKI. Penjualan beras di Indomaret pada kuartal II/2018 naik Rp7,58 miliar dari kuartal I/2018.

Beban pokok penjualan hingga Juni 2018 mencapai Rp655,11 miliar, naik 10,38% secara year-on-year (yoy) dari posisi Rp593,52 miliar. Dengan demikian, laba kotor HOKI pada paruh pertama tahun ini mencapai Rp109,32 miliar, naik tipis 2,07% dari posisi Rp107,1 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada paruh pertama tahun ini, HOKI berhasil menekan beban penjualan menjadi Rp16,08 miliar dari sebelumnya Rp20,59 miliar. Selain itu, beban bunga yang dicatatkan oleh HOKI per Juni 2018 turun hingga Rp1,5 miliar menjadi Rp5,53 miliar.

Adapun total laba bersih yang dibukukan pada semester I/2018 mencapai Rp50,48 miliar, naik 11,63% dari posisi Rp45,22 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Investor Relations Buyung Poetra Sembada F. Dion Surijata sebelumnya menyebutkan serapan belanja modal pada semester I/2018 masih sekitar Rp45 miliar.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan Rp60 miliar untuk capital expenditure (capex) pembangkit listrik di Sumatra Selatan (Sumsel). Tetapi, realisasinya masih sekitar Rp30 miliar.

Sementara itu, capex untuk pabrik beras di Ogan Komering Ilir, Sumsel masih sekitar Rp15 miliar dan belanja modal untuk pabrik beras sekitar Rp30 miliar tapi realisasinya masih sekitar setengah dari anggaran.

Tag : produksi beras, Buyung Poetra Sembada
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top