Sentimen Global Terus Angkat IHSG

Optimisme kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Meksiko meredakan keresahan perang dagang global sekaligus kian mengangkat daya tarik aset berisiko.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 Agustus 2018  |  17:38 WIB
Sentimen Global Terus Angkat IHSG
Karyawan melakukan swafoto di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/8/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Optimisme kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Meksiko meredakan keresahan perang dagang global sekaligus kian mengangkat daya tarik aset berisiko.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun lanjut menguat bersama bursa saham global pada perdagangan hari ini, Selasa (28/8/2018). IHSG ditutup menguat 0,28% atau 16,68 poin di level 6.042,65, level penutupan tertinggi baru dalam lebih dari dua pekan.

Pada perdagangan Senin (27/8), IHSG berhasil rebound dan berakhir menguat 0,96% di posisi 6.025,97, sejalan dengan penguatan bursa saham global yang didorong komentar Gubernur The Federal Reserve, meredanya keresahan perang dagang, berikut langkah bank sentral China untuk menstabilkan nilai tukar yuan.

Indeks melanjutkan penguatannya dengan dibuka naik 0,28% atau 16,92 poin di level 6.042,89 pagi tadi. Meski penguatannya sempat terkikis tipis menjadi hanya 0,02% menjelang penutupan perdagangan, IHSG mampu kembali menghimpun tenaganya. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 6.023,22 – 6.065,25.

Sektor infrastruktur (+1,85%) dan tambang (+0,78%) memimpin penguatan lima dari sembilan sektor pada IHSG. Sektor aneka industri yang turun 2,39% memimpin pelemahan di antara empat sektor tersisa.

Dari 600 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 176 saham menguat, 194 saham melemah, dan 230 saham stagnan.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) dan saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing naik 3,47% dan 1,65% menjadi pendorong utama terhadap penguatan IHSG hari ini.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 berakhir naik 0,22% atau 1,16 poin di level 531,98, setelah dibuka naik 0,40% atau 2,10 poin di posisi 532,92. Sepanjang perdagangan hari ini, indeks Bisnis 27 bergerak pada level 529,93-535,31.

Indeks saham lainnya di Asia Tenggara juga lanjut menguat dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,69%), indeks FTSE Malay KLCI (+0,84%), indeks SE Thailand (+0,13%), dan indeks PSEi Filipina (+1,01%).

Di Jepang, indeks Topix dan Nikkei 225 masing-masing berakhir naik 0,16% dan 0,06%.  Indeks Kospi Korsel naik 0,17%, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,28%. Namun, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China tergelincir ke zona merah hari ini.

Dilansir dari Reuters, bursa saham di Asia dan Eropa mengikuti penguatan bursa Wall Street Amerika Serikat (AS). Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor level tertinggi barunya pada akhir perdagangan Senin (27/8).

Saham teknologi mendorong Nasdaq naik menembus level 8.000 untuk pertama kalinya. Sektor ini juga memberi dorongan terbesar pada S&P 500.

Pemerintah AS dan Meksiko sepakat untuk merombak Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA). Kedua negara sepakat untuk meningkatkan konten otomotif regional menjadi 75% dari tingkat saat ini sebesar 62,5% yang tercantum dalam Nafta.

Investor berharap Kanada akan mengikuti kesepakatan tersebut, yang akan mengurangi ketidakpastian ekonomi akibat ancaman Presiden AS Donald Trump untuk membatalkan kesepakatan NAFTA.

“Kesepakatan AS-Meksiko tampaknya meningkatnya keyakinan bahwa perang dagang akan berakhir. Pertanyaan selanjutnya adalah siapa lagi yang akan membuat kesepakatan dengan Trump?” ujar Hussein Sayed, chief market strategist di FXTM, seperti dikutip Reuters.

Indeks saham global acuan MSCI melanjutkan penguatannya, dengan kenaikan 0,15%, sedangkan indeks saham MSCI Asia Pacific selain Jepang menguat 0,5%.

Adapun indeks saham Eropa naik 0,3% untuk kenaikan hari ketiga berturut-turut. Saham otomotif terus rally, bertambah 1,3%. Seperti diketahui, produsen mobil Jerman mengandalkan kelancaran perdagangan antara Meksiko dan AS untuk menjual kendaraan yang dibuat di Meksiko ke pasar AS.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

TLKM

+3,47

HMSP

+1,65

TPIA

+5,50

BBCA

+0,81

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

ASII

-2,97

BBRI

-1,48

ICBP

-1,99

INDF

-3,37

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup