The Fed Isyaratkan Laju Pengetatan Bertahap, Nikkei Catat Reli Terpanjang

Bursa saham Jepang memperpanjang relinya pada perdagangan hari pertama pekan ini, Senin (27/8/2018), setelah Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan laju kenaikan suku bunga secara bertahap di tengah tanda-tanda ekspansi ekonomi Amerika Serikat (AS).
Renat Sofie Andriani | 27 Agustus 2018 15:22 WIB
Bursa Jepang Melemah - REUTERS/Yuya Shino

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Jepang memperpanjang relinya pada perdagangan hari pertama pekan ini, Senin (27/8/2018), setelah Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan laju kenaikan suku bunga secara bertahap di tengah tanda-tanda ekspansi ekonomi Amerika Serikat (AS).

Indeks Topix berakhir menguat 19,75 poin atau 1,16% di level 1.728,95, setelah dibuka dengan kenaikan 0,44%% atau 7,60 poin di level 1.716,80. Pada perdagangan Jumat (24/8), Topix ditutup menguat 0,65% di poisisi 1.709,20.

Berdasarkan data Bloomberg, dari 2.091 saham pada indeks Topix, 1.757 saham di antaranya menguat, 270 saham melemah, dan 64 saham stagnan.

Saham Toyota Motor Corp. dan Keyence Corp. yang masing-masing naik 1,99% dan 3,17% menjadi pendorong utama atas penguatan Topix hari ini.  

Sejalan dengan Topix, indeks Nikkei 225 ditutup menguat 0,88% atau 197,87 poin di level 22.799,64, setelah dibuka dengan kenaikan 0,41% atau 91,92 poin di posisi 22.693,69. Nikkei membukukan penguatan hari kelima kelima berturut-turut, reli terpanjang sejak April.

Saham Fast Retailing Co. Ltd. (+1,23%), FANUC Corp. (+2,03%), dan Tokyo Electron Ltd. (+2,03) menjadi pendorong utama terhadap penguatan Nikkei 225.

Di sisi lain, nilai tukar yen terpantau lanjut menguat 0,13% atau 0,14 poin ke posisi 111,09 per dolar AS pada pukul 14.22 WIB, setelah berakhir terapresiasi 0,05% atau 0,06 poin di level 111,23 pada Jumat (24/8).

Meski yen memperpanjang apresiasinya, reli bursa saham Jepang berhasil berlanjut didorong rekor baru yang dibukukan indeks S&P 500 Amerika Serikat. Pada perdagangan Jumat (24/8), indeks S&P 500 berakhir naik 0,62% atau 17,71 poin di level 2.874,69.

Dalam pidatonya di simposium Jackson Hole, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan pendekatan bertahap untuk menaikkan suku bunga adalah yang terbaik untuk melindungi pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan di AS.

Sementara itu, laporan pemerintah AS menunjukkan pesanan yang ditempatkan dengan pabrik AS untuk peralatan bisnis berakselerasi lebih dari perkiraan pada bulan Juli.

“Komentar Powell mengindikasikan bahwa kecil kemungkinan bagi The Fed untuk mempercepat laju kenaikan suku bunga. Ini memberikan kelegaan yang besar ke pasar ekuitas,” kata Seiji Arai, pakar strategi di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities Co., dikutip Bloomberg.

“Ekonomi Amerika Serikat tetap solid karena konsumsi yang kuat dan investasi bisnis yang didukung pemotongan pajak. Tidak ada dampak merugikan dari laju kenaikan suku bunga yang lebih cepat, jadi ini positif bagi ekonomi Jepang dan global.”

Tag : bursa jepang
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top