Profindo Sekuritas Indonesia: Rekomendasikan Beli 5 Saham Ini

Profindo Sekuritas Indonesia memproyeksi Indeks pada hari ini bergerak menguat dengan range pergerakan 5.779-5.959.
Mia Chitra Dinisari | 21 Agustus 2018 09:48 WIB
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Jakarta, Jumat (26/1/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Profindo Sekuritas Indonesia memproyeksi Indeks pada hari ini bergerak menguat dengan range pergerakan 5.779-5.959.

Adapun saham yang diperhatikan adalah BRPT (buy), BTON (buy), GGRM (buy), IMAS (buy), INKP (buy), dan PTRO (buy).

Analis Yuliana mengatakan secara teknikal, Indeks memberntuk bullish engulfing candlestick pattern mengindikasikan menguat lanjutan. Indeks ditutup di atas garis MA5, dan RSI bergerak uptrend.

Dalam perdagangan kemarin,  IHSG rebound didorong terutama menguatnya saham sektor aneka industry, industry dasar, dan pertambangan. Selain itu, menguatnya kurs rupiah turut menjadi sentiment positif terhadap kenaikan IHSG. Namun, asing mencatatkan net sell sebesar Rp330 miliar dengan saham BMRI dan TLKM menjadi net top seller sedangkan saham BBCA dan BBRI menjadi net top buyer.

Wallstreet kompak berakhir menguat pada perdagangan Senin waktu setempat menyusul optimisme investor mengenai pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China yang direncanakan digelar akhir pekan ini memberikan dorongan positif pada saham sektor industri. Selain itu, turunnya yield obligasi 10 tahun menjadi 2.825% ikut membantu penguatan di bursa AS. Dow Jones +0,35%, Nasdaq  +0.06%, dan S&P 500 +0,24%

 Bursa Eropa juga kompak berakhir menguat dipengaruhi optimisme investor menantikan hasil dari perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China sehingga membuat sektor sumber daya alam menjadi salah satu sektor dengan kinerja terbaik pada perdagangan Senin waktu setempat. FTSE 100 +0,43%, Stoxx600 +0.57%, CAC 40 +0.65% dan Dax +0.99%.

Harga minyak mentah dunia menguat dipicu meredanya kekhawatiran terhadap perang dagang AS-China yang dapat menggangu pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kenaikan harga minyak juga dipengaruhi mengenai penurunan pasokan minyak dari Iran. Adapun, Iran memproduksi sekitar 3,65 juta barel per hari pada Juli dan menduduki peringkat ketiga produsen terbesar Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC)

 

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top