Mirae Asset Sekuritas: Sentimen Negatif Global Pacu Pelemahan Pasar SUN

Mirae Asset Sekuritas memproyeksi yield Surat Utang Negara (SUN) secara umum meningkat dan harga turun pada perdagangan di pasar sekunder pada Jumat (3/8/2018), yang utamanya didorong oleh berlanjutnya sentimen negatif dari global. 
Emanuel B. Caesario | 03 Agustus 2018 09:06 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas memproyeksi yield Surat Utang Negara (SUN) secara umum meningkat dan harga turun pada perdagangan di pasar sekunder pada Jumat (3/8/2018), yang utamanya didorong oleh berlanjutnya sentimen negatif dari global. 
 
"Berlanjutnya sentimen negatif global juga diperkirakan menyebabkan depresiasi rupiah yang sekaligus menambah dorongan kenaikan yield SUN pada hari ini," kata Dhian Karyantono, Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas, dalam riset harian, Jumat (3/8).
 
Berikut proyeksi rentang pergerakan seri-seri acuan SUN hari ini [harga(yield)]:
 
FR0063 (15 Mei 2023): 91,70 (7,73%) -  92,10  (7,62%)
FR0064 (15 Mei 2028): 88,40 (7,84%) -  89,00  (7,75%)
FR0065 (15 Mei 2033): 87,05 (8,15%) -  87,60  (8,08%)
FR0075 (15 Mei 2038): 93,00 (8,22%) -  93,70  (8,14%)
 
Adapun tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi melemah pada rentang Rp14.483-Rp14.530
 
Pada perdagangan Kamis (2/8), harga SUN pun turun didorong oleh sentimen negatif global.
 
Dhian menerangkan harga SUN pada perdagangan terakhir di pasar sekunder secara umum mengalami penurunan, dengan rata-rata penurunan di tenor pendek sebesar 9,04 bps. Sementara itu, untuk tenor menengah dan panjang masing-masing turun rata-rata 16,42 bps dan 39,74 bps. 
 
Dengan demikian, imbal hasil SUN khususnya benchmark 10 tahun ditutup meningkat dibandingkan dengan hari sebelumnya ke level 7,73%.  
 
"Turunnya harga (naiknya yield) SUN,  lebih didorong oleh  sentimen negatif dari global yang berasal dari nada hawkish pertemuan Federal Open Meeting Committee (FOMC), terus membaiknya penyerapan tenaga kerja AS, dan isu perang dagang," jelasnya. 
 
Penurunan harga SUN juga diikuti turunnya nominal transaksi obligasi pemerintah yang hanya sebesar Rp9,94 triliun, di mana tenor pendek dan menengah masih mendominasi transaksi di pasar sekunder.
 
Di pasar global, sentimen negatif global berlanjut. Minat terhadap aset safe haven, di antaranya dolar AS dan US Treasury, meningkat pada perdagangan terakhir di mana indeks dolar AS naik signifikan ke level 95,17 poin dibandingkan dengan hari sebelumnya yang sebesar 94,66 poin. 
 
Sementara itu, yield US Treasury khususnya tenor 10 tahun turun tipis ke level 2,99%.
 
Meningkatnya minat terhadap aset safe haven dipengaruhi kekhawatiran pasar terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi Inggris yang diiringi oleh keputusan Bank of England (BoE)  untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps ke level 0,75%. 
 
Kekhawatiran pasar terhadap ekonomi Inggris juga meningkatkan ketidakpastian di pasar global di tengah isu perang dagang, setelah Presiden AS Donald Trump kembali berencana meningkatkan tarif impor produk asal China.  
 
Selain itu, rilis klaim tunjangan pengangguran AS yang lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi pasar menopang kenaikan signifikan dolar AS.

Namun, di sisi lain justru membatasi minat terhadap US Treasury sehingga penurunan imbal hasil US Treasury khususnya tenor 10 tahun tidak terlalu signifikan. 
 
Sebagai informasi, rilis data klaim tunjangan pengangguran berkelanjutan (continuing jobless claims) AS pada pekan yang berakhir 21 Juli 2018 hanya sebesar 1,72 juta klaim atau lebih rendah dari konsensus yang sebanyak 1,75 juta klaim.

Sementara itu, data klaim tunjangan pengangguran awal (initial jobless claims) pada pekan yang berakhir 28 Juli 2018 tercatat sebesar 218.000 klaim. 
 
Berikut perubahan harga dan imbal hasil seri-seri acuan SUN dan obligasi global, Kamis (2/8):

FR0063: -9,10 bps to 92,14 (7,59%)
FR0064: -19,40 bps to 89,09 (7,70%)
FR0065: +3,90 bps to 87,67 (8,07%)
FR0075: -27,50 bps to 93,90 (8,12%)

UST 2yr: -0,016 point to 2,66%
UST 5yr: -0,020 point to 2,86%
UST 10yr: -0,020 point to 2,99%
UST 30yr: -0,014 point to 3,12%
German Bund 10yr: -0,016 point to 0,46%
UK Gilt 10yr: -0,005  point to 1,37%
 
Berikut perubahan posisi Credit Default Swap (CDS) Indonesia, kemarin:
CDS 2yr:  -2,86%    to  41,95
CDS 5yr:  +3,72%   to 115,25
CDS 10yr: -0,28%    to 193,93

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surat utang negara

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top