Kinerja Semester I/2018: Tanpa Pendapatan Penjualan Aset, SSIA Catatkan Rugi

Kinerja emiten pengembang kawasan industri PT Surya Semesta Internusa Tbk. memburuk pada semester pertama tahun ini setelah perseroan tidak lagi didukung pendapatan dari hasil penjualan aset seperti tahun lalu.
Emanuel B. Caesario | 31 Juli 2018 14:34 WIB
Kawasan Industri Suryacipta City of Industrya yang dikelola PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA). - suryainternusa

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja emiten pengembang kawasan industri PT Surya Semesta Internusa Tbk. memburuk pada semester pertama tahun ini setelah perseroan tidak lagi didukung pendapatan dari hasil penjualan aset seperti tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2018 perseroan yang terbit Selasa (31/7/2018), pendapatan usaha emiten dengan kode saham SSIA ini turun tipis menjadi Rp1,52 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp1,55 triliun.

Namun, turunnya pendapatan justru diikuti oleh peningkatan beban langsung, dari Rp1,14 triliun pada semester I/2017 menjadi Rp1,16 triliun pada periode yang sama tahun ini. Laba bruto perseroan menjadi Rp361 miliar, turun 13% dibandingkan Rp414 miliar pada semester I/2017.

Sementara itu, beban-beban usaha perseroan rata-rata juga meningkat, sedangkan kontribusi dari pendapatan lainnya hanya Rp71,5 miliar. Ini jauh berbeda dibandingkan pendapatan lainnya pada semester I/2017 yang mencapai Rp1,78 triliun, didukung hasil divestasi tol Cikopo-Palimanan.

Laba usaha perseroan pun hanya Rp103 miliar, jauh berkurang dibandingkan Rp1,87 triliun pada semester I/2017. Namun, jika dihitung tanpa pendapatan hasil divestasi aset, maka laba usaha perseroan pada semester I/2017 hanya Rp87 miliar.

Setelah dikurangi beban pajak, keuangan, dan lainnya, SSIA harus menanggung rugi bersih atau rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk senilai Rp56 miliar. Realisasi ini berbalik dibandingkan capaian pada semester I/2017 lalu yang mencatatkan laba Rp1,23 triliun.

Rugi per saham dasar perseroan pada semester pertama tahun ini mencapai Rp12,05 per saham, berbalik dari laba per saham dasar periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp264,42 per saham.

Dari segi jumlah aset, total aset SSIA berkurang dari Rp8,85 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp7,49 triliun pada akhir Juni 2018. Liabilitas berkurang dari Rp4,37 triliun menjadi Rp3,2 triliun, sedangkan ekuitas menyusut dari Rp4,48 triliun menjadi Rp4,28 triliun.

Meski kinerja memburuk, tetapi posisi kas dan setara kas perseroan cukup positif, yakni meningkat dari Rp1,14 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp1,76 triliun.

Tag : surya semesta internusa
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top