AKSI EMITEN 24 JULI: CTRA Bukukan Rp3,3 Triliun, PTBA Gulirkan 3 Strategi

Berita terkait nilai marketing sales PT Ciputra Development Tbk. sepanjang semester pertama serta strategi PT Bukit Asam Tbk pada semester II/2018 menjadi sorotan media nasional hari ini, Selasa (24/7/2018).
Renat Sofie Andriani | 24 Juli 2018 09:17 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung-Melayu (Becakayu) yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya Tbk. (Persero) di Jakarta, Senin (17/4). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Berita terkait nilai marketing sales PT Ciputra Development Tbk. sepanjang semester pertama serta strategi PT Bukit Asam Tbk pada semester II/2018 menjadi sorotan media nasional hari ini, Selasa (24/7/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

WSKT Bakal Revisi Target. PT Waskita Karya (Persero) Tbk. mengatur strategi untuk menyehatkan arus kas perseroan serta menjaga rasio utang di tengah sejumlah ekspansi yang dijalankan. (Bisnis Indonesia)

CTRA Bukukan Rp3,3 Triliun. Emiten properti, PT Ciputra Development Tbk. telah membukukan nilai pemasaran atau marketing sales senilai Rp3,3 triliun sepanjang semester pertama tahun ini.(Bisnis Indonesia)

DILD Catat Kenaikan 40%. Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk. (DILD) meraih pendapatan prapenjualan atau marketing sales senilai Rp1,3 triliun pada semester I/2018 atau naik 40% dibandingkan dengan semester I/2017 senilai Rp919 miliar. (Bisnis Indonesia)

SMGR Genjot Ekspor. Lesunya penjualan pada semester I/2018 mendorong PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. untuk menggenjot ekspor guna mengerek kinerja sepanjang tahun ini. (Bisnis Indonesia)

PTBA Gulirkan 3 Strategi. Emiten pertambangan PT Bukit Asam Tbk. akan menggulirkan tiga strategi untuk memacu pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan pada semester II/2018. (Bisnis Indonesia)

Tawarkan KIK-EBA, Garuda Indonesia Incar Dana Rp4 T. PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) tengah memproses penawaran kontrak investasi kolektif-efek beragun aset (KIK-EBA) yang merupakan struktur produk sekuritisasi pendapatan dari rute penerbangan Jakarta-Jeddah dan Jakarta-Madinah. Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan mengincar dana maksimum Rp4 triliun. (Investor Daily)

Penjualan Lahan BEST Masih Mini. Kinerja penjualan lahan industri PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. di sepanjang semester I 2018 belum menggembirakan. Perusahaan tersebut mencatatkan penjualan lahan industri seluas 6,1 hektare (ha) dengan nilai Rp180 miliar. (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, aksi emiten

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top