Kurs Tengah Melemah 102 Poin, Rupiah Paling Tertekan di Asia

Kurs jual ditetapkan Rp14.593 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.447 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp146.
Aprianto Cahyo Nugroho | 20 Juli 2018 11:27 WIB
Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS diperlihatkan di salah satu jasa penukaran valuta asing di Jakarta, Senin (2/7/2018)./ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (20/7/2018) di Rp14.520 per dolar AS, melemah 102 poin atau 0,2% dari posisi Rp14.418 pada Kamis (19/7/2018).

Kurs jual ditetapkan Rp14.593 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.447 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp146.

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, rupiah terpantau melemah 88 poin atau 0,61% ke level Rp14.530 per dolar AS pada pukul 10.42 WIB.

Nilai tukar rupiah hari ini dibuka melemah 35 poin atau 0,24% di level Rp14.477 per dolar AS, setelah pada perdagangan kemarin, Kamis (19/7), mata uang Garuda ditutup melemah 28 poin atau 0,19% di level 14.442 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan pagi ini, nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran Rp14.474-Rp14.530.

Rupiah melemah paling tajam di antara mata uang ain di Asia yang bergerak cenderung variatif siang ini, disusul oleh yuan Offshore yang melemah 0,41% dan won Korea Selatan yang turun 0,29%.

Di sisi lain, peso Filipina menguat paling tajam dengan apresiasi 0,13%, disusul rupee India yang menguat 0,12%.

Sementara itu, pergerakan indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau melemah 0,05% atau 0,043 poin ke level 95,121 pada pukul 11.02 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar dibuka melemah 0,037 poin posisi 95,127 setelah berakhir menguat 0,08% atau 0,079 poin di level 95,164 pada perdagangan Kamis (19/7).

 

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

20 Juli

14.520

19 Juli

14.418

18 Juli

14.406

17 Juli

14.391

16 Juli

14.396

 

 

 

 

Sumber: Bank Indonesia

 

Tag : kurs tengah bank indonesia
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top