Harga Batu Bara Rebound Setelah Dua Hari Terkoreksi

Harga batu bara rebound dan berakhir menguat lebih dari 2% pada akhir perdagangan Senin (9/7/2018).
Renat Sofie Andriani | 10 Juli 2018 07:55 WIB
Kapal tunda menarik muatan batubara melintasi sungai Mahakam, di Samarinda, Kaltim. - REUTERS/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara rebound dan berakhir menguat lebih dari 2% pada akhir perdagangan Senin (9/7/2018).

Pada perdagangan Senin, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 2,10% atau 2 poin di posisi US$97,20/metrik ton.

Harga batu bara kontrak Januari 2019 rebound setelah terkoreksi dua hari perdagangan berturut-turut sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (6/7), harga batu bara kontrak Januari 2019 berakhir turun 0,42% atau 0,40 poin di US$95,20.

Seperti dilansir dari Bloomberg, China telah mengintensifkan upayanya untuk mengendalikan polusi udara.

Pemerintah pusat dan daerah telah menerapkan peraturan baru tentang lebih dari 20 industri seperti produksi tenaga panas, baja, dan semen, kantor berita Xinhua melaporkan, mengutip laporan polusi udara pemerintah pusat.

China telah memangkas konsumsi batu bara sebesar 8 poin persentase menjadi 800 juta ton dalam lima tahun terakhir. Negara ini juga telah memangkas lebih dari 170 juta ton kapasitas produksi bajanya, dan 230 juta ton semen. Konsumsi energi bersih pun naik 6,3 poin persentase.

Sejalan dengan batu hitam, harga minyak West Texas Intermediate untuk kontrak Agustus 2018 berakhir naik 0,07% di level US$73,85 per barel pada perdagangan Senin.

Adapun harga minyak Brent untuk kontrak September 2018 ditutup menguat 1,24% atau 0,96 poin di level US$78,07 per barel di ICE Futures Exchange yang berbasis di London.

Dilansir dari Bloomberg, Suncor Energy Inc. berupaya untuk memulai kembali fasilitas pengeboran pasir minyak Syncrude, meskipun tidak menjamin seluruh aktivitas akan normal hingga September mendatang.

Suncor menyatakan pengiriman dari fasilitas tersebut akan memangkas sekitar 60% hingga 70% dari kapasitas pasokan untuk Agustus. Untuk membantu mengurangi dampak pemadaman, perusahaan mempercepat beberapa pemeliharaan yang dijadwalkan akhir tahun ini dan awal tahun depan.

Pemadaman di Syncrude yang dapat memproduksi sebanyak 350.000 barel minyak mentah ringan sintetis per hari, mengurangi persediaan di Amerika Utara dan menambah tekanan pada pasokan setelah krisis di Venezuela, ketegangan di Libya dan seruan AS bagi sekutu untuk menghentikan pembelian dari Iran.

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Rotterdam

Tanggal                                    

US$/MT

9 Juli

97,20

(+2,10%)

6 Juli

95,20

(-0,42%)

5 Juli

95,60

(-0,21%)

4 Juli

95,80

(+0,31%)

3 Juli

95,50

(+1,33%)

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

 

 

 

Tag : harga batu bara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top