IPCC IPO, Elvyn Yakinkan Bisnis IKT Prospektif

Dirut Pelindo II/IPC, Elvyn G. Masassya mengatakan respons investor yang begitu positif menunjukkan bahwa saham IPCC memiliki prospek yang bagus.
Akhmad Mabrori | 10 Juli 2018 15:14 WIB
Kendaraan produksi perusahaan otomotif nasional tengah diparkir di lapangan penumpukan PT Indonesia Kendaraan Terminal, Tanjung Priok. Kendaraan-kendaraan ini siap dimuat ke kapal untuk selanjutnya diekspor ke negara tujuan - Bisnis / Rivki Mauana

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia II/IPC mengapresiasi antusiasme investor dalam merespons penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) Tbk.

Pada Senin, 9 Juli 2018, IKT sebagai anak perusahaan, IPC resmi melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode perdagangan IPCC.

Dirut Pelindo II/ IPC, Elvyn G. Masassya mengatakan respons investor yang begitu positif menunjukkan bahwa saham IPCC memiliki prospek yang bagus.

“Kami mengapresiasi respons positif yang ditunjukkan investor atas listingnya saham IPCC di BEI. Hal itu menunjukkan kepercayaan publik yang begitu besar atas prospek PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk,” ujar Elvyn, melalui siaran pers Pelindo II/IPC yang diperoleh Bisnis, Selasa (10/7/2018).

Elvyn juga ikut memonitor penjualan saham perdana IPCC, yang pada saat pembukaan perdagangan kemarin, saham IPCC dibuka di harga Rp1.640. Pelepasan saham ke publik ini langsung disambut baik investor, dan saat penutupan, harga saham IPCC tembus di level Rp1.715, meningkat 75 poin.

Jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 509.147.700 lembar saham, dengan free float 28% dari jumlah saham. IKT merupakan terminal yang secara khusus diusahakan secara komersial untuk memberikan jasa pelayanan terminal kendaraan, dan tercatat sebagai emiten ke-25 yang melantai di BEI pada tahun 2018.

IKT adalah satu-satunya operator terminal di Indonesia yang didedikasikan khusus untuk kendaraan, di mana merupakan pengelola terminal mobil terbesar ke-3 di Asia Tenggara dan terbesar ke-27 di dunia saat ini yang disiapkan tidak hanya untuk mobil, melainkan alat berat, truk, bus dan suku cadang.

Perseroan mengelola lahan seluas 31 hektare dengan kapasitas 700 ribu unit kendaraan per tahun. Hingga tahun 2022 nanti, IKT menargetkan perluasan lahan seluas 89,5 hektar dengan kapasitas 2,1 juta kendaraan. “Dengan demikian, perseroan diproyeksikan menjadi pengelola terminal mobil terbesar ke-5 di dunia,”paparnya.

Menurut Elvyn, dengan listingnya saham IPCC di bursa, maka kinerja IKT dituntut lebih profesional dan transparan, serta semakin ketat menerapkan prinsipprinsip good corporate governance. “IKT selaku anak perusahaan IPC juga akan menjadi contoh penerapan best practices korporasi kelas dunia, khususnya bagi anak perusahaan IPC lainnya,” tuturnya.

PT Pelindo II/IPC sebagai operator pelabuhan terbesar di Indonesia mempunyai visi untuk menjadi pengelola pelabuhan kelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan. IPC memiliki 12 cabang pelabuhan yang tersebar di wilayah bagian barat Indonesia, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Sunda Kelapa, Palembang, Pontianak, Teluk Bayur, Banten, Bengkulu, Panjang, Cirebon, Jambi, Pangkal Balam dan Tanjung Pandan.

Selain itu, IPC memiliki 17 anak perusahaan dan perusahaan afiliasi yang terdiri atas PT Pelabuhan Tanjung Priok, PT Jakarta International Container Terminal, PT Pengembang Pelabuhan Indonesia, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk., PT Energi Pelabuhan Indonesia, PT Integrasi Logistik Cipta Solusi, PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia, PT Pengerukan Indonesia, PT Electronic Data Interchange Indonesia, PT Terminal Petikemas Indonesia, PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia, PT IPC Terminal Petikemas, PT Rumah Sakit Pelabuhan, PT Multi Terminal Indonesia, PT Jasa Armada Indonesia Tbk., KSO TPK Koja serta PT Pelabuhan Indonesia Investama.(K1)

Tag : ipo, indonesia kendaraan terminal
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top