Royal Prima Gunakan Dana IPO untuk Akuisisi RS Baru

Royal Prima akan mengakuisisi rumah sakit baru sebagai aksi korporasi pertama yang dilakukan perseroan setelah melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).
Tegar Arief | 26 April 2018 18:06 WIB
Karyawan dan pelaku usaha berada di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Royal Prima Tbk. akan melakukan akuisisi rumah sakit baru sebagai aksi korporasi pertama yang dilakukan perseroan setelah melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).

Jumlah Penawaran Umum Perdana Saham PT Royal Prima Tbk. adalah sebanyak-banyaknya 2 miliar lembar saham atau sebanyak-banyaknya 47,71% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Saham Umum Perdana.

Baca juga: IKT Siap IPO

Rencana akuisisi rumah sakit baru akan dilakukan oleh perseroan di sejumlah kota, yakni di Medan, Pekanbaru, Jambi, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Jakarta, dan daerah lain yang potensial.

"Dengan dilakukannya proses akuisisi rumah sakit baru tersebut, diharapkan pendapatan dapat meningkat, serta jaringan rumah sakit akan semakin luas," kata Direktur Royal Prima, Mok Siu Pen dalam siaran pers, Kamis (26/4/2018).

Selain untuk akuisisi, dana tersebut juga akan digunakan untuk pembelian peralatan medis dan peningkatan infrastruktur teknologi informasi, tambahan perolehan tanah, dan ekspansi pada rumah sakit-rumah sakit yang telah ada.

"Saat ini kami memiliki target total kapasitas tempat tidur sebanyak 1.200 unit pada akhir tahun ini," imbuhnya.

Saham yang akan dilepas adalajh saham baru dan dikeluarkan dari portepel perseroan dengan nilai nominal Rp100 setiap saham. Bersamaan dengan ini, perseroan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 600 juta Waran Seri I yang seluruhnya dikeluarkan dari portepel perseroan.

Pemilik Waran Seri I nantinya mempunyai hak untuk membeli saham perseroan dengan nilai nominal Rp100, yang dapat dilaksanakan enam bulan atau lebih sejak efek diterbitkan, yakni mulai 14 November 2018 sampai dengan 14 Mei 2021.

Pendapatan perseroan untuk periode 11 bulan yang berakhir 30 November 2017 mencapai Rp160,74 juta, naik sebesar 28,97% dibandingkan periode yang sama pada 2016 yang hanya Rp124,63 juta. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan pasien rawat inap sebesar 19,69% dan rawat jalan sebesar 26,16%.

Laba tahun berjalan perseroan secara persentase adalah seiring dengan laba sebelum pajak, dengan penyebab operasional yang serupa dan juga dikarenakan struktur permodalan yang tidak memiliki pinjaman berbunmga yang dikategorikan sebagai liabilitas jangka panjang.

Sementara itu, total aset perseroan pada 30 November 2017 mencapai Rp309,64 juta, naik sebesar 709,27% dibandingkan per 31 Desember 2016 yang hanya Rp38,26 juta. Kenaikan ini disebabkan adanya pemasukan aset secara inbreng oleh pemegang saham.

Hingga saat ini, perusahaan yang berdiri sejak 2013 ini mengelola dua rumah sakit yang terletak di Medan dan Jambi, dengan target kapasitas pada akhir 2018 1.200 tempat tidur. Perseroan juga memiliki anak usaha yakni PT Royal Prima Jambi yang didirikan pada 2015 silam.

Tag : ipo
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top