Proyeksi Pergerakan Rupiah Pekan Ini Rp14.100–14.200 Per Dolar AS

Pelemahan rupiah pada penutupan Selasa (26/6) dinilai terbatas karena pada Rabu (27/6) Indonesia libur serentak untuk melakukan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Mutiara Nabila | 27 Juni 2018 21:15 WIB
Uang rupiah. - Bloomberg/Brent Lewin

Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan rupiah pada penutupan Selasa (26/6) dinilai terbatas karena pada Rabu (27/6) Indonesia libur serentak untuk melakukan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Direktur PT Garuda Berjangka mengatakan, pelemahan yang mencapai Rp14.200 masih wajar karena ada libur Pilkada serentak.

“Kalau tidak libur kemungkinan rupiah akan bisa mencapai di atas Rp14.200 per dolar AS ke atas. Kedua, juga karena Pilkada serentak yang damai, walaupun pemerintah, POLRI dan TNI telah menyiapkan keamanan untuk siaga 1, tapi tidak terjadi apa-apa,” tuturnya dihubungi Bisnis, Rabu (27/6/2018).

Pilkada serentak yang berjalan dengan damai memuaskan para investor. Hal itu membuat mereka menganggap Indonesia menjadi wilayah investasi yang tepat.

Adapun, banyak obligasi yang jatuh tempo pada Juli mendatang, membuat pemerintah harus menyiapkan dolar AS dalam jumlah yang cukup banyak dan akan berpengaruh pada pergerakan mata uang rupiah.

“Kalau rupiah melemah, harus diingat bahwa mata uang lain juga mengalami pelemahan,” lanjutnya.

Untuk kembali menguatkan rupiah, Ibrahim menegaskan bahwa pemerintah wajib menaikkan suku bunga dengan melihat kondisi saat ini, yakni perang dagang yang belum ada kejelasan.

Dia menilai, apabila sudah ada kejelasan terkait dengan perang dagang, maka BI tidak harus menaikkan suku bunga.

International Monetary Fund (IMF) pun memperingatkan bahwa tensi perang dagang merupakan bahaya laten.

Ibrahim menjelaskan bahwa perang dagang saat ini bisa saja berubah jadi perang investasisehingga investasi akan bermasalah, di mana orang tidak akan percaya lagi dengan investasi, terutama di saham-saham yang berisiko, contohnya valas, komoditas.

Cara lain untuk menguatkan rupiah adalah dengan pemerintah lewat Kementerian Keuangan harus kembali mengeluarkan stimulus. Pemerintahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada awalnya sempat memunculkan sejumlah stimulus dalam beberapa tahap.

“Sekarang pemerintah harus segera mengeluarkan stimulus, melakukan koordinasi tentang bagaimana menangani krisis. Pemerintah harus mengeluarkan stimulus seperti awal. Walaupun Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan fundamental perekonomian Indonesia masih kuat,” kata Ibrahim.

Proyeksi pergerakan rupiah sepekan kedepan kemungkinan besar akan bergerak pada Rp14.100 – 14.200 per dolar AS.

 

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top