Faktor Eksternal Masih Jadi Penyebab Utama Pelemahan Rupiah

Rupiah tercatat kembali melemah karena dolar Amerika Serikat yang terus menguat. Perang dagang menjadi penyebab utama penguatan dolar AS.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 27 Juni 2018  |  21:09 WIB
Faktor Eksternal Masih Jadi Penyebab Utama Pelemahan Rupiah
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Rupiah tercatat kembali melemah karena dolar Amerika Serikat yang terus menguat. Perang dagang menjadi penyebab utama penguatan dolar AS.

Pada penutupan perdagangan Selasa (26/6) mata uang garuda tercatat kembali melemah 20 poin atau 0,14% menjadi Rp14.179 per dolar AS dari sesi sebelumnya pada posisi Rp14.159 per dolar AS. Selama tahun berjalan rupiah telah mengalami pelemahan sebanyak 4,6%.

Dalam catatan Bloomberg, selama satu tahun belakangan, rupiah bergerak pada kisaran antara Rp13.126 – Rp14.213 per dolar AS. 

Menurut Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka, rupiah terus melemah disebebkan oleh perang dagang antara AS dengan China. “Ini baru masalah AS dan China, belum Kanada dan Rusia masuk. Yang menjadi isu masih masalah perang dagang,” ujarnya pada Bisnis, Rabu (27/6/2018).

Selanjutnya, Ibrahim menuturkan bahwa kemungkinan besar akan ada pertemuan kedua terkait dengan perang dagang.

“Perang dagang ini sebenarnya belum terlaksana, masih kelas wacana. Nanti kalau ada pertemuan tahap kedua kemungkinan isu perang dagang inipun akan hilang dengan sendirinya,” lanjutnya.

Kondisi perang dagang antara AS dan China saat ini justru dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk mereka memborong dolar AS, sehingga dolar AS kembai mengalami penguatan sebagai aset safe haven.

Ibrahim mengatakan bahwa Gubernur Bank Indonesia (BI) terus mengamati pergerakan rupiah, dan melihat rupiah melemah karena masih karena faktor eksternal. Dia menilai, walaupun BI melakukan intervensi secara besar-besaran, kalau faktor eksternalnya terlampau kuat, pemerintah akan hanya bisa mengawasi.

“Dengan komentar-komentar yang cukup mengena, pelemahan rupiah akan terus bertahan. Data ekspor impor Indonesia yang tercatat kurang baik juga melemahkan rupiah, tetapi kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, datanya masih lebih baik,”kata Ibrahim.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top