Kuartal I/2018, Pendapatan Medikaloka Hermina (HEAL) Tumbuh 18,6%

Emiten rumah sakit, PT Medikaloka Hermina Tbk. berhasil membukukaan pendapatan senilai Rp746,5 miliar, tumbuh 18,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp629,2 miliar.
Novita Sari Simamora | 22 Juni 2018 12:06 WIB
Presiden Direktur PT Medikaloka Hermina Tbk Hasmoro (kedua kanan) bersama Direktur Independen Aristo Setiawidjaja (dari kiri), Direktur Yulisar Khiat, dan Direktur Binsar P Simorangkir berpose, seusai penawaran umum perdana saham perseroan, di Jakarta, Rabu (18/4).JIBI/Bisnis - Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten rumah sakit, PT Medikaloka Hermina Tbk. berhasil membukukaan pendapatan senilai Rp746,5 miliar, tumbuh 18,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp629,2 miliar.

Sementara itu, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (earnings before interest, tax, dpreciation, and amortization / EBITDA) pada kuartal I/2018 senilai Rp 158,3 miliar menunjukan margin EBITDA yang stabil sebesar 21,2%, meskipun telah membuka empat rumah sakit baru tahun lalu.

Peningkatan pendapatan dan EBITDA perseroan sejalan dengan penambahan jumlah penduduk kelas menengah, peningkatan akses untuk kesehatan di Indonesia, dan strategi bisnis yang tepat telah mendorong Hermina untuk mencapai pertumbuhan tersebut.

Di sisi lain, Hermina telah melayani pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak dimulainya program tersebut, dan pada saat ini seluruh Rumah Sakit Hermina melayani pasien JKN.

Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Jumat (22/6/2018), JKN berkontribusi sebesar 66% dari pasien rawat inap dan 48% dari kunjungan rawat jalan, peningkatan dari level 51% dan 40% untuk pasien rawat inap dan rawat jalan pada kuartal I/2017.

Meskipun kontribusi JKN telah mencapai sekitar setengah dari pendapatan perseroan, Hermina dapat mempertahankan margin yang stabil melalui penerapan skala ekonomi dan peningkatan efisiensi operasional.

Pada kuartal I/2018, perseroan mencatat tingkat hunian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) sebesar 63,4% meskipun setelah menambahkan lebih dari 200 tempat tidur di 22 rumah sakit yang ada. Sementara untuk volume pasien, Hermina mencatat sebanyak 71.500 pasien rawat inap (peningkatan sebsar 31,7% dari kuartal I/2017) dan kunjungan rawat jalan sebanyak 1,3 juta (peningkatan sebesar 26,3% dari 1Q17).

Adapun total hari rawat inap Hermina meningkat sebanyak 30,3% dari kuartal I/2018 mencapai 182.000 pasien, dengan rata-rata lama menginap (average length of stay/ALOS) sebanyak 2,5 hari.

Terkait rencana ekspansi, Hermina juga berencana untuk menambah 4 rumah sakit umum setiap tahunnya hingga 2020 dan sesuai target jadwal untuk 2018 dengan pembukaan rumah sakit baru di Samarinda pada April 2018. Rumah Sakit Hermina Samarinda adalah rumah sakit umum tipe C yang didukung oleh 39 spesialis, 6 dokter umum, 47 perawat, dan 50 tempat tidur operasional.

Hermina merupakan emiten baru yang berhasil membukukan hasil penawaran umum perdana (initial public offering) senilai Rp1,25 triliun. Dana IPO akan digunakan Hermina untuk terus ekspansi dan menurunkan utang.

Tag : kinerja emiten
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top