BI Akan Kembali Naikkan BI 7DRR Akhir Juni, Dampak Pada Rupiah Minim

Kemungkinan Bank Indonesia untuk kembali menaikkan suku bunga kebijakan BI 7 Days Repo Rate dalam rapat dewan gubernur (RDG) yang akan digelar pekan depan dinilai tidak akan berdampak signifikan terhadap nilai tukar rupiah.
Emanuel B. Caesario | 22 Juni 2018 23:00 WIB
Karyawati Bank BNI menghitung uang Rupiah, di Jakarta, Senin (3/4/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Kemungkinan Bank Indonesia untuk kembali menaikkan suku bunga kebijakan BI 7 Days Repo Rate dalam rapat dewan gubernur (RDG) yang akan digelar pekan depan dinilai tidak akan berdampak signifikan terhadap nilai tukar rupiah.

Dhian Karyantono, Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas, mengatakan bahwa besar kemungkinan Bank Indonesia akan kembali menaikkan suku bunga BI 7DRR pada RDG pekan depan ke level 5%, setelah pada akhir Mei lalu menaikannya ke posisi 4,75%.

Kebijakan ini diambil ditengarai untuk mengimbangi kenaikan suku bunga The Fed pada pertengahan bulan ini ke level 1,75% hingga 2,00%. Hal ini untuk meredam derasnya arus modal keluar dari Indonesia sehingga melemahkan nilai tukar rupiah cukup besar.

Meskipun demikian, Dhian menilai dampak positif dari kenaikan suku bunga BI 7DRR pada RDG mendatang akan cenderung terbatas bagi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Pasalnya, pasar sudah mengantisipasi hal tersebut sejak RDG tambahan pada akhir Mei lalu.

“Dengan demikian, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS [pekan depan] saya rasa bergerak fluktuatif pada kisaran Rp13.990 – Rp14.120 dengan kecenderungan mengalami depresiasi,” katanya, Jumat (22/6/2018).

Dhian mengatakan, masih menghangatnya isu perang dagang antara Amerika Serikat dengan China berpotensi mendorong depresiasi rupiah. Depresiasi ini akan mempengaruhi dinamika pasar obligasi dalam negeri untuk jangka pendek.

Tag : Suku Bunga
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top