Buana Lintas Lautan (BULL) Rambah Bisnis Pengangkutan Batu Bara

Emiten kapal pengangkutan minyak dan gas PT Buana Lintas Lautan Tbk. tengah menjajaki peluang pengangkutan batu bara dalam dan luar negeri. Saat ini, perseron tengah menjajaki pengadaan kontrak dengan sejumlah produsen komoditas tersebut.
Dara Aziliya | 21 Juni 2018 17:35 WIB
Ilustrasi kapal tongkang batu bara - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten kapal pengangkutan minyak dan gas PT Buana Lintas Lautan Tbk. tengah menjajaki peluang pengangkutan batu bara dalam dan luar negeri. Saat ini, perseron tengah menjajaki pengadaan kontrak dengan sejumlah produsen komoditas tersebut.

Diretur Utama Buana Lintas Lautan Kevin Wong mengungkapkan bisnis pengangkutan batu bara baik lokal maupun ekspor akan kian prospektif di masa yang akan datang. Selain itu, kebijakan pemerintah juga dinilai mendukung industri kapal lokal untuk berkembang.

“Kami sudah menjajaki dengan beberapa pemain [batu bara] dan progresnya cukup advanced. Prospek bisnis pengangkutan batu bara prospekbagus karena ada dukungan dari pemerintah untuk penggunaan kapal yang dikuasai perusahaan Indonesia untuk ekspor batu bara dan minyak sawit,” ungkap Kevin dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (21/6/2018).

Dia merujuk pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 82 Tahun 2017 tentang Ketentuan Penggunaan Angutan laut dan Asuransi Nasional untuk Ekspor dan Impor Barang Tertentu. Beleid itu mewajibkan seluruh aktivitas ekspor batu bara dan minyak sawit menggunakan kapal berbendera Indonesia mulai Mei 2020.

Kevin mengungkapkan regulasi tersebut merupakan katalis bagi perseroan. Apalagi, Indonesia mengekspor batu bara dalam jumah besar yaitu 364 juta ton sepanjang 2017. Saat ini, lebih dari 90% pengapalan komoditas ke luar negeri menggunakan kapal berbendera asing.

Setelah masa penjajakan selesai, Kevin menyampaikan Buana Lintas Lautan akan mengeksekusi sejumlah rencana aksi korporasi untuk penggalangan dana. Dia menargetkan pada tahun ini dapat segera merealisasikan pembelian kapal pengangkutan batu bara.

“Sektor pengangkutan batu bara ini sangat prospektif untuk kami masuk. Dalam waktu dekat kami akan mengumumkan rencana pembelian kapalnya. Rencananya tidak hanya kapal curah kering, tetapi juga kapal tunda dan kapal tongkang,” ungkap Kevin.

Kendati demikian, dia enggan mendetilkan berapa dana khusus yang disiapkan perseroan untuk investasi pada tahun ini, baik untuk pembelian kapal pengangkutan migas, kapal tanker, kapal maupun pengangkutan batu bara.

Adapun, pada akhir 2017 perseroan memiliki total 17 kapal dengan tonase 850.000 DWT, di mana 12 di antaranya merupakan kapal pengangkut minyak. Pada tahun lalu, perseroan membeli empat kapal baru. Pada 2018, Kevin menargerkan penambahan lebih banyak kapal.

Tag : emiten pelayaran
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top