Bakal Kerek Tarif Impor dari China, Pasar Kedelai Berjangka AS Rontok

Pasar kedelai berjangka Amerika Serikat atau US Soybean Futures jatuh ke posisi terendah dalam 9,5 bulan terakhir menyusul kekhawatiran perang dagang antara China dan Negeri Paman Sam.
M. Nurhadi Pratomo | 14 Juni 2018 04:54 WIB
Kedelai. - .JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com,JAKARTA— Pasar kedelai berjangka Amerika Serikat atau US Soybean Futures jatuh ke posisi terendah dalam 9,5 bulan terakhir menyusul kekhawatiran perang dagang antara China dan Negeri Paman Sam.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diperkirakan akan mengenakan tarif atas untuk barang impor dari China pada akhir pekan ini. Langkah tersebut memicu kekhawatiran Negeri Panda bakal melancarkan serangan balasan.

Benchmark Chicago Board of Trade komoditas kedelai untuk kontrak Juli turun 2,1% pada Rabu (13/6/2018) waktu setempat. Posisi harga menyentuh level terendah dengan US$9,34-1/4 per bushel.

"Ada ketakutan bahwa hal-hal berubah menjadi buruk,” ujar Roy Huckabay, Analis Linn & Associates, dikutip melalui Reuters, Kamis (14/6/2018).

Departemen Pertanian AS memperkirakan China mengimpor 36 juta ton kedelai AS pada 2016 hingga 2017. Namun, negara tersebut belum menjadi pembeli teraktif dalam beberapa pekan terakhir.

AS menyebut bahwa China telah mengalihkan pembelian ke Amerika Selatan. Apalagi, produsen utama di kawasan itu, Brasil dan Argentina, telah memperluas produksi dan memperbaiki infrastruktur pengiriman dalam beberapa tahun terakhir.

Tag : kedelai, perang dagang AS vs China
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top