Topix Dututup Menguat Tipis, Investor masih Wait and See Kondisi Global

Penguatan bursa saham Jepang terkikis pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (5/6/2018), saat investor menantikan petunjuk baru seputar perkembangan ekonomi dan geopolitik global.
Renat Sofie Andriani | 05 Juni 2018 15:38 WIB
Bursa Jepang - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Penguatan bursa saham Jepang terkikis pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (5/6/2018), saat investor menantikan petunjuk baru seputar perkembangan ekonomi dan geopolitik global.

Indeks Topix dibuka dengan kenaikan 0,27% atau 4,87 poin di level 1.779,56 dan berakhir naik tipis 0,02% atau 0,27 poin di level 1.774,96. Dari 2.082 saham pada indeks Topix, 852 saham di antaranya menguat, 1.132 saham melemah, dan 98 saham stagnan.

Saham SoftBank Group Corp. dan Sony Corp. yang masing-masing menguat 2,16% dan 1,32% menjadi pendorong utama terhadap pergerakan positif Topix pada akhir perdagangan hari ini.

Sejalan dengan Topix, indeks Nikkei 225 berakhir naik 0,28% atau 63,60 poin setelah dibuka dengan penguatan 0,34% atau 76,23 poin di posisi 22.552,17.

Sebanyak 113 saham menguat, 106 saham melemah, dan 6 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei.

Saham perusahaan telekomunikasi Jepang SoftBank Group Corp. yang menguat 2,16% turut menjadi pendorong utama terhadap pergerakan Nikkei pada akhir perdagangan hari ini, diikuti saham Tokyo Electron Ltd. yang naik 1,25%.

Sementara itu, nilai tukar yen terpantau melanjutkan pelemahannya sebesar 0,02% atau 0,02 poin ke posisi 109,83 per dolar AS pada pukul 13.51 WIB, setelah berakhir melemah 0,24% atau 0,26 poin di level 109,81 pada perdagangan Senin (4/6/2018).

Dilansir dari Bloomberg, saham telekomunikasi memberi dorongan terbesar terhadap Topix setelah bursa saham Amerika Serikat reli pada perdagangan Senin (4/6/2018).

Kinerja nilai tukar yen tetap melemah terhadap dolar AS, sekaligus membantu mendorong performa produsen elektronik, sedangkan performa produsen mobil menurun setelah membukukan kenaikan terbesar dalam lebih dari dua bulan pada perdagangan Senin.

Para investor sedang menantikan hasil pertemuan para pemimpin G-7 pekan ini. Pengamat pasar juga mengikut perkembangan jelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara pada 12 Juni serta rapat kebijakan moneter berikutnya oleh The Federal Reserve.

“Pelemahan yen terhadap dolar AS akibat solidnya ekonomi AS tidak buruk bagi pasar saham Jepang,” ujar Shinichi Yamamoto, senior strategist di Okasan Securities Co.

“Namun, sulit bagi investor untuk memburu saham karena banyaknya peristiwa politik dan keuangan penting hingga pekan depan," tambahnya. 

 

Tag : bursa jepang
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top