Harga Batu Bara Reli Hari Ketiga

Harga batu bara mampu melanjutkan relinya pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Rabu (30/5/2018), di tengah berlangsungnya inspeksi lingkungan.
Renat Sofie Andriani | 31 Mei 2018 07:31 WIB
Batu bara menguat. - .JIBI/Rahmatullah

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara mampu melanjutkan relinya pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Rabu (30/5/2018), di tengah berlangsungnya inspeksi lingkungan.

Pada perdagangan Rabu, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 0,72% atau 0,65 poin di posisi US$91,35/metrik ton.

Di China, harga batu bara thermal untuk pengiriman September di Zhengzhou Commodity Exchange naik 0,03% dan berakhir di 623,8 yuan/ton, juga kenaikan hari ketiga berturut-turut.

Dalam risetnya, Huatai Futures menerangkan inspeksi lingkungan telah menyebabkan suspensi beberapa tambang terbuka di Mongolia Dalam.

“[Selain itu] menjelang akhir bulan, pembangkit listrik kemungkinan kurang bersedia membeli batu bara dengan harga yang tinggi ini,” paparnya, seperti dikutip Bloomberg.

Sejalan dengan batu hitam, harga minyak mentah menguat pada perdagangan Rabu (30/5) setelah reli dolar terhenti dan kekhawatiran atas peningkatan produksi OPEC mereda.

Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli ditutup menguat 1,48 poin atau 2,22% ke US$68,21 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun minyak patokan global Brent untuk pengiriman Juli naik 2,11 poin atau 2,80% dan ditutup di level US$77,50 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London.

WTI menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan terakhir, setelah kehilangan hampir 8% dalam lima sesi perdagangan. Dolar AS yang naik sejak pertengahan April dan mengancam harga komoditas bergerak melemah.

Sementara itu, pelaku pasar mereda berdamai dengan tanda-tanda Arab Saudi dan Rusia dapat membatalkan pemotongan output karena ekspor dari Venezuela dan Iran diperkirakan menurun dan OPEC melihat pasar kembali seimbang.

"Pertanyaan tentang pemangkasan produksi mendorong pasar lebih rendah," kata Gene McGillian, manajer riset pasar di Tradition Energy di Stamford seperti dikutip Bloomberg, Kamis (31/5/2018)

"Kecuali kita mendapatkan tanda-tanda bahwa lebih banyak minyak akan masuk ke pasar daripada yang diperkirakan, harga mungkin akan stabil di level ini," lanjutnya.

Indeks dolar AS, yang mengukur pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama, ditutup melemah 0,79% atau 0,751 poin ke level 94,069 pada perdagangan Rabu (30/5).

Di sisi lain, presiden direktur Nalcosa dan mantan menteri energi Aljazair, Nordine Ait-Laoussine mengatakan Saudi dan Rusia akan memasuki masa-masa yang sulit dalam beberapa bulan ke depan di saat meyakinkan sekutu mereka untuk mengubah strategi dan meningkatkan output sebelum pertemuan akhir Juni di Wina, Austria.

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Rotterdam

Tanggal                                    

US$/MT

30 Mei

91,35

(+0,72%)

29 Mei

90,70

(+0,55%)

28 Mei

90,20

(+1,12%)

25 Mei

89,20

(-1,55%)

24 Mei

90,60

(+0,17%)

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

 

 

 

Tag : harga batu bara
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top