PP Properti (PPRO) Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun, Ini Besaran Kuponnya

Emiten properti PT PP Properti Tbk. siap menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp2 triliun, dengan penawaran tahap pertama senilai Rp1 triliun pada kuartal kedua tahun ini.
Emanuel B. Caesario | 29 Mei 2018 16:10 WIB
Direktur Utama PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat (kiri), bersama Direktur Indaryanto memaparkan kinerja perseroan, di Jakarta, Selasa (25/7). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti PT PP Properti Tbk. siap menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp2 triliun, dengan penawaran tahap pertama senilai Rp1 triliun pada kuartal kedua tahun ini.

Emisi tahap pertama ini dikenal dengan nama Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap I Tahun 2018.

Emiten dengan kode saham PPRO ini telah mengadakan investor gathering dalam rangka penawaran umum berkelanjutan ini pada Senin (28/5/2018). Bersamaan dengan itu, masa penawaran awal atau bookbuilding untuk penerbitan tahap pertama resmi dimulai dan berlansung hingga 7 Juni 2018.

Boumediene H. Sihombing, Direktur Investment Banking Danareksa Sekuritas, mengatakan bahwa obligasi ini diterbikan dalam dua seri, masing-masing Seri A tenor 3 tahun dan Seri B tenor 5 tahun.

“Obligasi ini akan diterbikan dengan kupon single, yakni untuk Seri A tenor 3 tahun sebesar 9% per tahun, sedangkan Seri B tenor 5 tahun sebesar 9,25% per tahun,” katanya dalam acara investor gathering, Senin (28/5/2018).

Indaryanto, Direktur Keuangan PPRO, mengatakan bahwa perseroan cukup optimistis surat utang perseroan akan diserap pasar, meskipun kompetisi sepanjang Juni cukup ketat. Menurutnya, kupon 9% dan 9,25% masih cukup kompetitif dan menguntungkan bagi emiten dan investor.

“Kalau kuponnya kerendahan tidak akan dibeli investor, tetapi kalau ketinggian juga memberikan beban untuk kita. Kita pikir dengna angka 9% untuk 3 tahun dan 9,25% untuk 5 tahun itu sudah rating yang bagus yang membahagiakan kedua pihak,” katanya.

Adapun, dana hasil penawaran umum tahap pertama ini akan digunakan untuk sejumlah tujuan. Sebesar 45% akan digunakan untuk pembayaran sebagian cicilan investasi tahun sebelumnya dan penggantian kas perseroan yang digunakan untuk pembelian lahan dari pihak ketiga.

Selnjutnya, 15% akan digunakan untuk investasi pengembangan usaha di Jawa dan Lombok, 15% akan digunakan untuk pembayaran pokok utang dan 25% untuk modal kerja perseroan.

Taufik Hidayat, Direktur Utama PPRO, mengatakan bahwa salah satu hal yang menggembirakan perseroan tahun ini yakni adanya peningkatan peringkat surat utang perseran dari BBB (idn) menjadi BBB+ (idn) oleh PT Fitch Ratings.

Dengan demikian, hal tersebut meningkatkan daya tawar perseroan dalam mengemisikan surat utang berkelanjutan ini, yang pertama kalinya diterbitkan perseroan.

Selain Danareksa Sekuritas, PPRO juga menunjuk sejumlah sekuritas lain sebagai penjamin pelaksana emisi, yakni CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, Indo Premier Sekuritas, dan Trimegas Sekuritas. Sementara itu, wali amanat dipercayakan pada Bank Mandiri.

Seusai bookbuilding, tanggal efektif dari OJK ditargetkan diperoleh pada 27 Juni 2018, sehingga masa penawaran umum dapat digelar pada 29 Juni – 2 Juli 2018. Penjatahan akan dilakukan pada 3 Juli 2018, sementara distribusi secara elektronik pada 5 Juli 2018 dan pencatatan di BEI pada 6 Juli 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt pp properti

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top