Capital Inflow Terus Mengalir, IHSG Melonjak!

Meningkatnya capital inflow ke pasar modal domestik mendorong berlanjutnya reli serta lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (24/5/2018).
Renat Sofie Andriani | 24 Mei 2018 17:50 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— Meningkatnya capital inflow ke pasar modal domestik mendorong berlanjutnya reli serta lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (24/5/2018).

IHSG ditutup melonjak 2,67% atau 154,54 poin di level 5.946,54, setelah dibuka dengan kenaikan 0,72% atau 41,61 poin di level 5.833,62.

Dengan demikian, indeks telah membukukan kenaikan sebesar 3.68% sejak berakhir melemah 0,86% atau 49,46 poin di posisi 5.733,85 pada perdagangan Senin (21/5/2018).

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.833,35 – 5.954,31.

Dari 583 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 265 saham menguat, 122 saham melemah, dan 196 saham stagnan.

Berdasarkan data Bloomberg, seluruh sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dipimpin sektor finansial (+3,36%), infrastruktur (+3,14%), dan konsumer (+2,88%).

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 ikut berakhir menguat pada perdagangan hari ketiga berturut-turut. Indeks Bisnis-27 hari ini berakhir melonjak 3,37% atau 16,83 poin di level 516,32, setelah dibuka dengan penguatan 1,19% atau 5,93 poin di posisi 505,42.

Indeks saham lain di Asia Tenggara terpantau variatif, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,93%), indeks FTSE Malay KLCI (-1,58%), indeks SE Thailand (-1,33%), dan indeks PSEi Filipina (+1,22%).

Di kawasan Asia lainnya, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing berakhir turun 1,21% dan 1,11%. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,31%, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing ditutup melemah 0,45% dan 0,71%.

Secara keseluruhan, pelemahan untuk bursa saham Asia memburuk, dengan penurunan empat hari berturut-turut, mendorong indeks acuan regional ke level terendah dua pekan, saat penguatan nilai tukar yen dan investigasi yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap impor mobil dan truk membebani bursa saham Jepang.

Namun IHSG justru berhasil melanjutkan penguatannya bahkan melonjak lebih dari 2% pada perdagangan hari ini.

Analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan stabilitas fundamental makroekonomi dalam negeri yang inklusif dan berkesinambungan memberikan efek positif bagi meningkatnya capital inflow yang mengalir ke pasar modal domestik.

Seperti diketahui, investor asing pada perdagangan Rabu (23/5/2018) mematahkan reli net sell yang telah berlangsung selama 21 hari perdagangan berturut-turut, setelah mencatat net buy Rp559,31 miliar.

Aksi beli bersih atau net buy oleh investor asing berlanjut pada perdagangan hari ini, sebesar Rp684,58 miliar.

Ditambahkan oleh Nafan, pelantikan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru, Perry Warjiyo, juga turut mengangkat pasar finansial. “Kita melihat bahwasannya sektor finansial masih memimpin penguatan IHSG hari ini,” ungkap Nafan kepada Bisnis.com.

Menurut Wilianto Ie, Presiden Direktur PT Maybank Kim Eng Securities, terlihat tanda-tanda perbaikan bagi bursa saham Indonesia.

“Aliran dana telah kembali ke Indonesia. Saya optimistis tentang prospek aliran dana keluar asing telah mereda dan banyak kekhawatiran negatif tentang saham Indonesia telah diatasi,” ujar Ie, dikutip Bloomberg.

Valuasi saham di Indonesia dinilai menjadi menarik bagi sejumlah investor, dengan fokus pada saham perbankan pascapenurunan baru-baru ini.

“Ekuitas Indonesia telah turun secara signifikan dan menekan valuasi. Beberapa investor melihatnya menarik dan mulai melakukan pembelian, khususnya pada saham-saham tertentu seperti bank yang mengalami penurunan lebih besar dibandingkan dengan saham lainnya,” jelas Andrey Wijaya, kepala riset RHB Securities Indonesia.

Sementara itu, nilai tukar rupiah berhasil memperpanjang reboundnya hari ini dan berakhir menguat 76 poin atau 0,53% di Rp14.133 per dolar AS, setelah berakhir melemah 67 poin atau 0,47% di posisi Rp14.209 pada perdagangan Rabu (23/5/2018).

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBRI

+6,25

HMSP

+4,23

UNVR

+3,66

BBCA

+2,05

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

MYOR

-1,02

ITMG

-2,20

MABA

-2,88

BSSR

-4,53

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top