Solusi Tunas Pratama (SUPR) Bidik Pendapatan Rp2 Triliun

Emiten menara telekomunikasi PT Solusi Tunas Pratama Tbk. menargetkan pendapatan sepanjang tahun ini dapat mencapai Rp2 triliun atau meningkat pada kisaran 7%8% dari pendapatan perseroan selama 2017 yang sebesar Rp1,9 triliun.
Dara Aziliya | 23 Mei 2018 22:04 WIB
Dirut PT Solusi Tunas Pratama Nobel Tanihaha (kedua kiri) bersama Komisaris Independen Muhammad Senang Sembiring ( dari kiri) berbincang dengan Direktur Juliawati Gunawan, Direktur Independen Tommy Gustavi Utomo, dan Komisaris Utama Jonathan Yuwono, sebelum RUPST, di Jakarta, Rabu (23/5/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten menara telekomunikasi PT Solusi Tunas Pratama Tbk. menargetkan pendapatan sepanjang tahun ini dapat mencapai Rp2 triliun atau meningkat pada kisaran 7%—8% dari pendapatan perseroan selama 2017 yang sebesar Rp1,9 triliun.

Direktur Utama Solusi Tunas Pratama Tbk. Nobel Tanihaha mengungkapkan untuk bisnis menara, emiten dengan kode saham SUPR tersebut belum berencana melakukan ekspansi anorganik dan akan membangun menara secara selektif.

“Tahun ini kami menyiapkan belanja modal sebesar Rp600 miliar untuk penambahan menara secara selektif dan perluasan fiber optik, namun perusahaan tidak bisa merincikan kebutuhan masing-masing. Strategi utama ami tetap akan menambah kolokasi di tower-tower yang sudah ada,” ungkap Nobel dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Nobel mengungkapkan pada kuartal I/2018 perseroan berhasil membukukan kenaikan pendapatan sebesar 2,4%, namun laba perseroan melonjak 179,56%. Kenaikan laba tersebut dipicu oleh kenaikan rasio kolokasi perseroan.

Selain itu, dalam lima tahun terakhir perseroan mengembangkan lini bisnis fiber optik yang pada tahun lalu panjangnya telah mencapai 2.847 kilometer. Pada 2017, lini bisnis ini telah menyumbang pendapatan sebesar 10%.

Nobel mengungkapkan perseroan akan mengembangkan lini bisnis fiber optik terutama dengan menggandeng perusahaan penyedia layanan televisi berbayar. Saat ini, SUPR telah memiliki tiga pelanggan yaitu XL Axiata, First Media, dan MyRepublic.

“Dalam 5 tahun ke depan, kami ingin porsi pendapatan dari fiber optik ini dapat mencapai 30% dari saat ini 10%,” ungkap Nobel.

Adapun, Direktur Keuangan Solusi Tunas Pratama Juliawati Gunawan mengungkapkan pada tahun ini peseroan memutuskan untuk kembali tidak membagian dividen tunai karena laba bersih akan digunakan untuk investasi perusahaan.

Pada Februari 2018, perusahaan baru saja mengantongi perjanjian fasilitas pinjaman yang berupa fasilitas term loan sebesar US$297 juta dan fasilitas term loan-revolving loan sebesar Rp3,85 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk refinancing perusahaan yaitu fasilitas termloan sebesar US$208 juta dan fasilitas term loan-evolving loan sebesar Rp970 miliar. Selain itu, pinjaman tersebut juga akan digunakan untuk refinancing obligasi sebesar US$300 juta.

Tag : solusi tunas pratama
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top