KURS TENGAH BI: Terdepresiasi 33 Poin, Rupiah Pimpin Pelemahan Mata Uang Asia

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (18/5/2018) di Rp14.107 per dolar AS, terdepresiasi 33 poin atau 0,23% dari posisi Rp14.074 pada Kamis (17/5).
Renat Sofie Andriani | 18 Mei 2018 11:29 WIB
Petugas mengangkut tumpukan uang kertas pada bagian pelayanan perkasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (7/6). - Antara/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (18/5/2018) di Rp14.107 per dolar AS, terdepresiasi 33 poin atau 0,23% dari posisi Rp14.074 pada Kamis (17/5).

Kurs jual ditetapkan Rp14.178 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.036 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp142.

Di pasar spot, nilai tukar rupiah terpantau melemah 0,53% atau 75 poin ke level Rp14.133 per dolar AS pada pukul 11.11 WIB.

Rupiah sempat melanjutkan penguatannya saat dibuka dengan apresiasi tipis 5 poin atau 0,04% di Rp14.053 per dolar AS, setelah Bank Indonesia (BI) dalam pertemuan yang berlangsung 16-17 Mei memutuskan menaikkan suku bunga acuan BI 7-day reverse repo rate (BI 7DRRR) sebesar 25 basis poin menjadi 4,5%.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak pada level Rp14.053 – Rp14.138 per dolar AS. Adapun pada perdagangan Kamis (17/5/2018), rupiah mampu memantapkan reboundnya dan berakhir menguat 39 poin atau 0,28% di posisi 14.058.

Rupiah memimpin pelemahan di antara mayoritas mata uang di Asia terhadap dolar AS siang ini. Mengekor rupiah, rupee India dan ringgit Malaysia masing-masing melemah 0,26% dan 0,18%.

“Rupiah memimpin pelemahan mata uang di Asia bahkan pascarilis keputusan kenaikan suku bunga. Kenaikan suku bunga kemungkinan akan memperlambat, alih-alih membalik, arus modal keluar (capital outflow),” jelas Ciptadana Sekuritas dan Sinarmas Sekuritas seperti dikutip Bloomberg, Jumat (18/5/2018).

Sementara itu, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang dunia terpantau naik tipis 0,01% atau 0,011 poin ke level 93,480 pada pukul 11.02 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan 0,051 poin atau 0,05% di level 93,520. Adapun pada perdagangan Kamis (17/5), indeks berakhir menguat 0,08% atau 0,077 poin di posisi 93,469.

Dilansir dari Bloomberg, kenaikan imbal hasil obligasi AS membebani mata uang dan obligasi AS pada perdagangan hari ini ini, saat dolar AS bergerak menuju penguatan mingguan kelima berturut-turut.

“Dolar AS terus reli saat imbal hasil obligasi AS berlanjut menjadi pendorong utama,” ujar Stephen Innes, kepala perdagangan untuk Asia Pacific di Oanda.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

18 Mei

14.107

17 Mei

14.074

16 Mei

14.094

15 Mei

14.020

14 Mei

13.976

 

 

 

 

Sumber: Bank Indonesia

Tag : kurs tengah bi
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top