Geopolitik & Imbal Hasil Obligasi Bebani Bursa Asia, IHSG Terus Terkoreksi

Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut pada awal perdagangan hari ini, Rabu (16/5/2018), di tengah pelemahan mayoritas bursa saham di Asia.
Renat Sofie Andriani | 16 Mei 2018 09:39 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan, di Jakarta, Selasa (27/2/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut pada awal perdagangan hari ini, Rabu (16/5/2018), di tengah pelemahan mayoritas bursa saham di Asia.

IHSG dibuka dengan pelemahan 0,98% atau 57,24 poin di level 5.780,88 dan turun 0,33% atau 19,45 poin ke level 5.818,66 pada pukul 09.10 WIB. Pada perdagangan Selasa (15/5), IHSG berakhir melorot 1,83% atau 109,04 poin di level 5.838,12.

Sebanyak 47 saham bergerak menguat, 84 saham bergerak melemah, dan 450 saham stagnan dari 581 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona merah dengan tekanan utama sektor infrastruktur (-0,70%) dan perdagangan (-0,58%). Adapun sektor pertanian dan tambang bergerak di zona hijau masing-masing dengan kenaikan 0,14% atau 0,04%.

Tim riset Sinarmas Sekuritas memprediksikan pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini, pada kisaran level 5.763-5.871.

Dipaparkan, bursa AS ditutup melemah pada perdagangan Selasa (15/5/2018) di tengah sentimen akan kenaikan inflasi akibat penguatan harga minyak, serta imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun yang kembali bergerak di atas 3%.

Dari dalam negeri, BPS mencatat defisit neraca perdagangan pada April tahun ini mencapai US$ 1,63 miliar. Impor tercatat naik 11.3% secara bulanan (MoM) atau 35% secara tahunan (YoY), sedangkan ekspor turun 7% MoM atau naik 9% YoY.

Kenaikan impor terutama dikontribusi oleh impor bahan baku/penolong yang naik 33% YoY dan impor barang konsumsi yang naik 38% YoY. Hal ini diperkirakan karena terjadinya ramp-up produksi produsen barang-barang konsumsi menjelang bulan Ramadhan dan hari raya Lebaran.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis27 turun 0,55% atau 2,76 poin ke 503,09 pada pukul 09.11 WIB, setelah dibuka dengan pelemahan 1,45% atau 7,36 poin di posisi 498,50.

Mayoritas indeks saham lainnya di Asia Tenggara terpantau ikut bergerak di zona merah pagi ini, dengan FTSE Straits Time Singapura (-0,10%) dan indeks PSEi Filipina (-1,29%). Adapun indeks FTSE Malay KLCI naik 0,10%.

Di kawasan Asia lainnya, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing turun 0,12% dan 0,31%. Indeks Kospi Korea Selatan turun tipis 0,03% dan indeks Hang Seng Hong Kong melorot 1,04%. Sementara itu di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing turun 0,57% dan 0,55%.

Dilansir Bloomberg, sebagian besar bursa saham di Asia melemah mengikuti bursa Amerika Serikat di tengah perkembangan geopolitik dan kenaikan imbal hasil obligasi AS yang memicu kembalinya penghindaran terhadap aset berisiko.

Pada saat yang sama, ketidakpastian baru tentang KTT AS-Korea Utara, kekerasan di Timur Tengah, perselisihan perdagangan AS-China, dan kekhawatiran pertumbuhan global memicu sentimen negatif.

“Premium risiko masih sangat terkompresi,” ujar Jeffrey Johnson, head of Asia-Pacific fixed income di Vanguard Investments Australia, pada Bloomberg Invest summit di Sydney.

Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:

TLKM

-2,97%

HMSP

-2,17%

BBRI

-1,95%

BMRI

-2,19%

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:

UNTR

+0,79%

ACES

+4,00%

INKP

+0,35%

BDMN

+0,43%

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top