KINERJA SAHAM 16 MEI: Berikut Ulasan 6 Emiten

Berdasarkan riset Waterfront Securities Indonesia yang diterima Bisnis.com pada hari ini, Rabu (16/5/2018) ada enam saham yang diulas kinerjanya, yaitu:
Renat Sofie Andriani | 16 Mei 2018 08:55 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— Waterfront Securities Indonesia mengulas kinerja sejumlah saham.

Berdasarkan riset Waterfront Securities Indonesia yang diterima Bisnis.com pada hari ini, Rabu (16/5/2018) ada enam saham yang diulas kinerjanya, yaitu:

• Kisaran Kupon Obligasi BBCA Pada 7,5%

Guna memperkuat struktur permodalan dan penghimpunan jangka panjang, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memutuskan untuk menerbitkan obligasi subordinasi dengan tingkat kupon berkisar 7,5%-8,75%.

Perseroan menerbitkan Obligasi Subordinasi Tahap I sebanyak-banyaknya Rp500 miliar. Penerbitan obligasi ini akan menambah alternatif investasi dari instrumen keuangan yang diterbitkan BBCA. Obligasi subordinasi ini memiliki tiga tenor, yakni Seri A berjangka waktu tujuh tahun, Seri B bertenor sepuluh tahun dan Seri C bertenor 12 tahun. Kupon Seri A sekitar 7,5%-8,25%, Seri B 7,75%-8,5% dan Seri C 8%-8,75%. BBCA menerbitkan obligasi subordinasi ini untuk memenuhi recovery plan dan untuk pemberian kredit.

• Per April ADHI Bukukan Kontrak Baru Rp3,8 Triliun

PT Adhi Karya (Persero) Tbk berhasil memperoleh kontrak baru sebesar Rp3,8 triliun hingga bulan April 2018. Angka ini tumbuh 25,9% jika dibandingkan dengan perolehan kontrak baru di bulan Maret 2018 yang sebesar Rp3,0 triliun.

Realisasi kontrak baru pada April ini, diantaranya adalah RSKIA Tahap II sebesar Rp279,5 miliar, serta Apartemen Cordova sebesar Rp164,0 miliar dan Novotel Bali sebesar Rp153,0 miliar melalui Adhi Persada Gedung. Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru di April 2018 ini di dominasi oleh lini bisnis Konstruksi & Energi sebesar 88,2%, dan Properti sebesar 9,5%.

• PRIM Berencana Akuisisi 4 Rumah Sakit Tahun Ini

PT Royal Prima Tbk (PRIM) berencana untuk mengakuisisi 4 rumah sakit pada tahun ini. Dengan mengakuisisi rumah sakit maka hal tersebut akan berkontribusi langsung terhadap pendapatan perseroan. Adapun lokasi rumah sakit yang akan diakuisisi berada di Medan, Tebing Tinggi, Pekanbaru dan Tangerang.

Dalam perencanaan akuisisi, akan ada rumah sakit umum dan dua rumah sakit spesialis. Adapun dua rumah sakit spesialis yang akan diakuisisi adalah rumah sakit mata dan rumah sakit gigi. Alasan mengakuisisi rumah sakit mata adalah jam operasi yang lebih singkat dan tingginya raihan pendapatan dari per operasi.

• MTRA Berencana Terbitkan MTN Rp200 Miliar

RUPST PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA) menyepakati untuk tidak membagi dividen tahun buku 2017. Selanjutnya seluruh dana dari laba bersih tahun buku 2017 yang tercatat sebesar Rp10,006 miliar akan dicatatkan sebagai laba ditahan.

Seluruh laba bersih tahun 2017 akan dicatatkan sebagai laba ditahan dan akan digunakan untuk mendukung laju ekspansi dalam penyelesaian kontrak yang di dapat perseroan. Dalam RUPSLB menyetujui penerbitan MTN (Medium Term Note) senilai Rp200 miliar. Sementara itu, penerbitan surat utang tersebut tengah menunggu peringkat efek dari Pefindo. Dana hasil penerbitan MTN tersebut akan digunakan untuk penyelesaian kontrak perseroan.

• Anak Usaha WSKT Dirikan Perusahaan Patungan

Anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yakni Waskita Karya Realty (WKR) telah mendirikan perusahaan baru dengan nama PT Waskita Modern Realty di kabupaten Bekasi, Jawa Barat dengan modal dasar 400 saham setara Rp400 juta dan modal ditempatkan 100 saham atau Rp100 juta.

WKR memiliki 60 saham atau Rp60 juta yang setara dengan 60% saham perusahaan baru tersebut. Sedangkan sisanya dimiliki PT Bagasari Inti Pratama sebanyak 40 saham atau Rp40 juta setara dengan 40%. Dampak dari pendirian PT Waskita Modern Realti akan memberikan tambahan pendapatan dan laba kepada perseroan sebagai pemegang saham mayoritas WKR.

• ANJT Prediksi Permintaan CPO Naik 10% Pada Bulan Puasa

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) memprediksi permintaan minyak sawit mentah (CPO) perseroan dapat meningkat sebesar 10% selama Ramadan tahun ini. Secara siklus tahunan permintaan minyak sawit mengalami kenaikan saat Ramadan, karena kebutuhan rumah tangga yang juga meningkat. Perseroan memasarkan 80% produksi CPO di pasar lokal.

 

Tag : aksi emiten
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top