HARGA EMAS 9 MEI: Keputusan AS Atas Iran Sesuai Perkiraan Pengaruhi Harga Emas

Harga emas Comex kontrak Juni 2018 dibuka dengan penguatan 0,12% atau 1,6 poin di posisi US$1.315,30 per troy ounce.
Aprianto Cahyo Nugroho & Renat Sofie Andriani | 09 Mei 2018 15:40 WIB
Emas murni batangan. - .

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga emas Comex terpantau menguat pada perdagangan pagi ini, Rabu (9/5/2018).

Harga emas Comex kontrak Juni 2018 dibuka dengan penguatan 0,12% atau 1,6 poin di posisi US$1.315,30 per troy ounce.

Pergerakan harga emas berlanjut menguat hingga 0,23% atau 3, poin ke level US$1.316,7 per troy ounce pada pukul 6.52 WIB.Sepanjang pagi ini, harga emas bergerak pada kisaran US$1.316,70-US$1.315,30 per troy ounce.

Adapun pada perdagangan Selasa (8/5), harga emas Comex kontrak Juni ditutup melemah meski hanya 0,03% atau 0,4 poin ke level US$1.313,7 per troy ounce.

Bagaimana pergerakan emas selanjutnya? Ikuti laju pergerakannya secara live.

16:29 WIB

Pukul 16.16 WIB: Spot Comex Melemah 6,80 Poin ke 1.306,90

Pergerakan harga emas Comex kontrak Juni 2018 melemah 6,80 poin atau 0,52% ke US$1.306,90 per troy ounce pada perdagangan sore ini, Rabu (9/5/2018).

15:37 WIB

Pukul 15.21 WIB: Spot Comex Melemah 7,30 Poin ke 1.306,40

Pergerakan harga emas Comex kontrak Juni 2018 melemah 7,30 poin atau 0,56% ke US$1.306,40 per troy ounce pada perdagangan sore ini, Rabu (9/5/2018).

14:21 WIB

Pk. 14.11 WIB: Logam Mulia Masih Melemah

Emas Comex melemah US$7,7 atau 0,59% ke US$1.306 per ounce

13:38 WIB

Pukul 13.24 WIB: Spot Comex Melemah 4,30 Poin ke 1.309,40

Pergerakan harga emas Comex kontrak Juni 2018 melemah 4,30 poin atau 0,33% ke US$1.309,40 per ounce pada perdagangan siang ini, Rabu (9/5/2018).

12:24 WIB

Keputusan AS Atas Iran Yang Sudah Diperkirakan Pengaruhi Harga Emas

Harga emas kembali melemah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan keputusan yang diantisipasi secara luas untuk keluar dari kesepakatan program nuklir Iran.

"Penarikan dari kesepakatan tersebut sudah diperkirakan. Ada 90 hari ditambah 80 hari sebelum sanksi akan diberlakukan, yang mungkin merupakan alasan mengapa harga emas tidak bereaksi terhadap konflik secara positif,” kata Gnanasekar Thiagarajan, direktur di Commtrendz Risk Management Services, seperti dikutip Bloomberg.

12:11 WIB

Pukul 11.53 WIB: Spot Comex Melemah 2,6 Poin

Harga emas Comex untuk kontrak Juni 2018 melemah 2,6 poin atau 0,2% ke level US$1.311,1 per troy ounce.

11:12 WIB

Pengaruh Geopolitik Timteng Cuma Sesaat

Harga emas Comex kontrak Juni melemah US$2,5 ke US$1.311,2 per ounce pada pk. 10.24 WIB, hari ini, Rabu (9/5/2018)

“(Sentimen) fundamental murni, karena dolar menguat, kata Ibrahim, Direktur Utama PT Garuda Berjangka kepada Bisnis.com, Rabu (9/5/2018).

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika dolar AS naik maka logam mulia akan jatuh, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi kurang menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Dia mengemukakan harga emas memang sempat menguat, saat adanya kekhawatiran pasar dengan dampak keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran.

Kemungkinan ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah langkah pemerintahan Trump, sehingga pasar melirik emas sebagai aset safe haven.

“(Sempat) naik karena ada ketakutan (pasar mengantisipasi, dan saat ini) turun lagi,” kata Ibrahim.

Dari Bloomberg, hari ini, Rabu (9/5/2018), pk. 11.01 WIB, indeks dolar AS menguat 0,1% ke 93,212. Penguatan indeks dolar AS memasuki penguatan hari keempat.

 

10:43 WIB

Pk. 10.24 WIB: Emas Comex Melemah ke US$1.311,2 per Ounce

harga emas Comex kontrak Juni 2018 melemah US$2,5 ke US$1.3.11,2 per ounce

08:56 WIB

Pukul 7.52 WIB: Penguatan Spot Comex Menipis

Harga emas Comex untuk kontrak Juni 2018 menguat 0,4 poin atau 0,03% ke level US$1.314,1 per troy ounce.

07:58 WIB

Pasar Respons Sikap Trump Soal Kesepakatan Nuklir Iran

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Presiden AS Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan menarik diri dari perjanjian internasional 2015 yaitu Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang berisikan persetujuan bagi Iran untuk membatasi aktivitas nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi. Trump juga menyatakan akan kembali menerapkan sanksi terhadap Iran.

“Masih ada sedikit ketidakpastian tentang masa depan kesepakatan tersebut, bahkan ketika AS telah menegaskan rencananya,” ujar Brian Daingerfield, macro strategist di NatWest Markets di Stamford, Connecticut, seperti dilansir dari Reuters.

Keputusan untuk keluar dari perjanjian dengan Iran kemungkinan akan meningkatkan risiko konflik di Timur Tengah, mengecewakan aliansi Amerika di Eropa, serta mengganggu pasokan minyak global. Trump mengatakan bersedia merundingkan kesepakatan baru dengan Iran.

“Dia [Trump] tidak menutup pintu dan menghindarinya. Dia menginginkan kesepakatan baru. Peluang untuk mencoba lagi terbuka,” kata Brian Battle, director of trading di Performance Trust Capital Partners di Chicago.

 

07:45 WIB

Pasar Logam Mulia Pantau Geopolitik Timteng

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun tipis untuk sesi kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), tertekan penguatan dolar AS yang mencapai tertinggi baru di 2018.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, turun 0,03% menjadi menetap di US$1.313,70 per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,28% menjadi 92,855.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika dolar AS naik maka logam mulia akan jatuh, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi kurang menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Namun, ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran, logam mulia mulai naik kembali selama perdagangan elektronik.

Kemungkinan ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah langkah pemerintahan Trump atas Iran akan mendukung emas, sebagai aset "safe haven".

 

Tag : harga emas comex
Editor : News Editor

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top