MYOH Raih Pendapatan US$52,84 Juta

Emiten penyedia jasa pertambangan batu bara PT Samindo Resources Tbk (MYOH) memeroleh pendapatan sebesar U$52,84 juta pada kuartal I/2018, atau mencapai 20,72% dari target setahun penuh senilai US$255 juta.
Hafiyyan | 28 April 2018 01:50 WIB
Ilustrasi di Bursa Efek Indonesia, Jakarta - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten penyedia jasa pertambangan batu bara PT Samindo Resources Tbk (MYOH) memeroleh pendapatan sebesar U$52,84 juta pada kuartal I/2018, atau mencapai 20,72% dari target setahun penuh senilai US$255 juta.

Presiden Direktur PT Samindo Resources Kim Jung Gyun menyampaikan, pada kuartal I/2018 perusahaan memeroleh pendapatan senilai US$52,84 juta. Nilai itu meningkat 19,26% year on year (yoy) dari triwulan pertama 2017 senilai US$44,30 juta.

Pencapaian pendapatan tersebut mencakup 20,72% dari total target 2018 sebesar US$255 juta. Adapun, laba bersih per Maret 2018 melonjak 71,01% yoy menjadi US$5,82 juta dari kuartal I/2017 senilai US$3,40 juta.

"Kinerja kuartal I/2018 sangat memuaskan. Kami juga mempertimbangkan menaikkan target pendapatan 2018 [dari US$255 juta], tetapi itu perlu melihat kinerja semester I/2018. Biasanya pendapatan kami melebihi rencana awal," ujarnya, Kamis (26/4/2018).

Kim menyampaikan, sepanjang kuartal I/2018, MYOH mengantongi pendapatan dari dua mitra utama, yakni PT Kideco Jaya Agung dan Bayan Group. Saat ini, perusahaan sedang bernegosiasi dengan sejumlah klien baru, walaupun realisasi kerja sama baru akan terlaksana pada 1-2 tahun ke depan.

Dari sisi operasional per Maret 2018, volume pemindahan batuan penutup naik 12,5% yoy menjadi 12,6 juta bank cubic meter (BCM) dari sebelumnya 11,2 juta BCM. Namun, produksi batu bara menurun 16% yoy menjadi 2,1 juta ton dari sebelumnya 2,5 juta ton.

Penurunan operasional produksi batu bara disebabkan belum terpenuhinya spesifikasi alat berat dari sub kontraktor. Untungnya, seluruh peralatan sudah lengkap pada Maret 2018.

Pada tahun ini, MYOH menargetkan volume pemindahan batuan penutp dari tambang Kideco sejumlah 48,5 juta BCM, sedangkan proyek Bayan diperkirakan sejumlah 5,8 juta BCM. Jumlah total sebesar 54,5 juta BCM, naik tipis 5,44% yoy

Sebelumnya pada 2017, pemindahkan lapisan tanah penutup mencapai 51,50 juta BCM dan produksi batu bara sejumlah 10 juta ton.

Investor Relation PT Samindo Resources Ahmad Zaki Natsir menambahkan, perolehan laba bersih pada kuartal I/2018 tak lepas dari upaya perseroan dalam pengelolaan biaya. Kontrol pembiayaan mencakup pengurangan konsumsi BBM dan pembetulan jalan untuk menambah durasi pakai ban.

"Di samping itu, kenaikan harga BBM kami kenakan tarifnya kepada klien. Jadi, kita malah dapat pemasukan lebih karena menghemat pemakaian BBM," ujarnya.

Per Maret 2018, beban pokok pendapatan MYOH masih naik 11,72% yoy menjadi US$42,69 juta dari sebelumnya US$38,22 juta. Akan tetapi, laba bruto melonjak 66,56% yoy menuju US$10,14 juta dari kuartal I/2017 senilai US$6,09 juta.

Kim menambahkan, perusahaan masih berkomitmen membagikan dividen sekitar 80% dari laba bersih 2017, atau sama seperti 2016. Namun, hal itu masih menunggu keputusan RUPS pada pekan depan.

Tahun lalu, perusahaan membagikan dividen US$17 juta dari laba bersih 2016 senilai US$21,22 juta. Adapun berdasarkan laba bersih 2017 sebesar US$12,28 juta, perseroan berpotensi memberikan dividen sebesar US$9,82 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
samindo resources

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top