Manfaatkan Insentif DMO, Bukit Asam (PTBA) Kaji Penambahan Produksi

Emiten tambang PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) mengkaii kemungkinan penambahan produksi batu bara sebesar 10% atau 2,5 juta3 juta ton pada 2018 untuk memanfaatkan insentif kebijakan Domestic Market Obligation (DMO).
Hafiyyan | 19 April 2018 13:12 WIB
Jajaran Direksi PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) berfoto bersama usai melaporkan kinerja keuangan dan operasional periode kuartal I/2018, Kamis (19/4/2018). - Hafiyyan

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten tambang PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) mengkaii kemungkinan penambahan produksi batu bara sebesar 10% atau 2,5 juta—3 juta ton pada 2018 untuk memanfaatkan insentif kebijakan Domestic Market Obligation (DMO).

Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin menyampaikan, pada 2018 perusahaan merencanakan peningkatan produksi batu bara sebesar 5,32% year-on-year (yoy) menjadi 25,54 juta ton dari sebelumnya 24,25 juta ton.

Namun, dengan adanya insentif kebijakan DMO, PTBA mengkaji kemungkinan kenaikan produksi 10% atau sekitar 2,5 juta—3 juta ton sebagai tambahan.

Bila dapat direalisasikan, volume produksi batu bara perseroan pada 2018 menjadi 28 juta—28,54 juta ton. Akan tetapi, manajemen harus mempertimbangkan aspek teknis seperti penambahan peralatan dan kapasitas angkutan Kereta Api.

“Penambahan produksi 10% ini kami kaji. Karena kami mendukung kebutuhan batu bara PLN,” ujarnya, Kamis (19/4/2018).

Pada kuartal I/2018, perusahaan merealisasikan penjualan batu bara sejumlah 6,3 juta ton, naik 15,9% yoy dari sebelumnya 5,43 juta ton. Pemasaran batu hitam ke PLN mencapai 2,9 juta ton, atau 46% dari total penjualan sehingga melampaui batasan DMO 25%.

Peningkatan kinerja operasional membuat pendapatan perseroan pada kuartal I/2018 tumbuh 26,43% yoy menjadi Rp5,75 triliun dari kuartal I/2017 sebesar Rp4,55 triliun. Pemasaran batu bara ekspor berkontribusi 55% dari total pendapatan, pasar domestik 43%, dan aktivitas lainnya 2%.

Pendapatan atas aktivitas usaha lainnya mencakup penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah, jasa kesehatan rumah sakit, dan jasa sewa.

Perseroan juga diuntungkan dengan memanasnya harga komoditas. Harga jual batu bara rata-rata (average selling price/ASP) PTBA pada kuartal I/2018 mencapai Rp892.243 per ton, tumbuh 9,74% yoy dari kuartal I/2017 senilai Rp813.073 per ton.

Sementara itu, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp3,17 triliun dari kuartal I/2017 sebesar Rp2,85 triliun. Kenaikan beban pokok disebabkan pertumbuhan produksi pada kuartal I/2018 menjadi 5,3 juta ton dari sebelumnya 4,49 juta ton.

Laba bersih PTBA dalam periode 3 bulan pertama 2018 mencapai Rp1,45 triliun. Angka itu melonjak 66,64% yoy dari sebelumnya Rp870,83 miliar.

Tag : ptba, bukit asam
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top