KINERJA 2017: Laba Emdeki Utama (MDKI) Tergerus Hampir 46%

Produsen kalsium karbit PT Emdeki Utama Tbk. membukukan penurunan laba signifikan sepanjang tahun lalu. Pada 2017, Emdeki Utama membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp46,85 miliar.
Dara Aziliya | 28 Maret 2018 21:01 WIB
Direktur Utama PT Emdeki Utama Tbk Hiskak Secakusuma (tengah) bersama manajemen dan Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Alpino Kianjaya (kanan) melakukan pemencetan tombol, sebagai tanda pencatatan perdana saham perseroan, di BEI , Jakarta, Senin (25/9). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen kalsium karbit PT Emdeki Utama Tbk. membukukan penurunan laba signifikan sepanjang tahun lalu. Pada 2017, Emdeki Utama membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp46,85 miliar.

Raupan laba tersebut turun 45,9% dibandingkan dengan capaian pada 2016 yang sebesar Rp86,7 miliar. Adapun, Emdeki Utama merupakan produsen kalsium karbit, senyawa kimia yang digunakan untuk membuat gas acetylene, bahan untuk memotong dan mengelas besi dan baja pada industri perkapalan.

Emdeki Utama merupakan salah satu perusahaan yang baru saja melantai di bursa saham domestik pada September 2017 lalu. Pada penutupan perdagangan hari ini (28/3), saham MDKI terkoreksi 1,7% atau 6 poin ke level 346.

Pada laporan keuangan yang dipublikasikan Emdeki Utama, perusahaan membukukan penjualan bersih Rp368,17 miliar, naik 8,2% dari tahun lalu yang sebesar Rp339,98 miliar. Akibat beban pokok penjualan yang naik 22,9% menjadi Rp280,5 miliar, laba kotor perseroan pun tergerus 21,6% menjadi hanya Rp87,7 miliar.

Laporan tersebut juga menunjukkan jumlah aset perseroan meningkat cukup signifikan, menjadi Rp867,45 miliar pada 2017 atau meningkat 161,48% dibandingkan tahun 2016 yang sebesar Rp331,74 miliar.

Per akhir tahun lalu, posisi kas dan setara kas MDKI mencapai Rp200,5 miliar, naik 213% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp64 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
emdeki utama

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top