Ternyata ANTM Masuk Lagi ke Dalam 4 Indeks BEI

Institusi pengelola pasar modal atau Bursa Efek Indonesia baru-baru ini mengumumkan daftar 45 dan 30 saham paling likuid di negeri ini serta indeks IDX Small-Mid Cap. Masuk didalamya emiten berkode ANTM atau PT Aneka Tambang Tbk.
Setyardi Widodo | 28 Maret 2018 15:40 WIB

Institusi pengelola pasar modal atau Bursa Efek Indonesia baru-baru ini mengumumkan daftar 45 dan 30 saham paling likuid di negeri ini serta indeks IDX Small-Mid Cap. Masuk didalamya emiten berkode ANTM atau PT Aneka Tambang Tbk.

Dalam keterangan tertulisnya Perusahaan itu menyebutkan masuk lagi ke indeks LQ45, Indeks IDX30, Indeks IDX Small-Mid Cap (SMC) Composite dan yang terakhir adalah indeks IDX SMX liquid untuk periode perdangangan Februari sampai Juli 2018.

Untuk diketahui, indeks harga saham dibuat BEI untuk memudahkan investor mendapatkan informasi umum tentang emiten atau pasar saham secara umum. Bahkan saat ini digunakan sebagai dasar bagi produk-produk derivatif seperti reksadana.

Sampai dengan tahun 2017,ada 14 indeks saham, 1 indeks sektor perusahaan keluarga, 1 indeks dewan keluarga dan 5 indeks untuk masing-masing dari 3 kategori obligasi yakni obligasi pemerintah, korporasi dan komposit yang terdaftar di IDX.

Indeks LQ45 disebut sebagai 45 kelompok saham yang paling likuid,bahkan mencakup setidaknya 70% dari keseluruhan kapitalisasi pasar saham. Sedangkan IDX30 adalah 30 saham unggulan yang memiliki likuiditas tinggi dan berkapitalisasi besar.

Sementara itu IDX SMC merupakan kelompok saham-saham dengan kapitalisasi pasar kecil dan menengah, terdiri dari IDX SMC Composite dan IDX SMC Liquid.

Direktur Keuangan Antam, Dimas Wikan Pramudhito mengatakan masuknya ANTM dalam indeks-indeks ini merupakan apresiasi positif pemegang saham kepada kinerja saham ANTM.

“Masuknya kembali ANTM dalam indeks LQ45, IDX30 dan IDX Small-Mid Cap Composite dan Liquid merupakan apresiasi positif pemegang saham terhadap kami.” Tutur Dimas. “Kami berkomitmen untuk terus tumbuh melalui inisiasi proyek-proyek hilirisasi” tambahnya.

Menurut Dimas sepanjang periode awal tahun 2018, saham ANTM memperlihatkan kinerja yang baik di BEI. Pada Januari hingga Februari 2018 saja, tercatat peningkatan harga saham sebesar 50,39% dari Rp635 per saham di Januari 2018 menjadi Rp955 per saham pada akhir Februari 2018.

Jumlah investor yang memiliki saham ANTM sebanyak 33.611 investor per akhir Februari 2018. Saham ANTM diperdagangkan setiap hari di BEI dengan rata-rata volume perdagangan per Februari 2018 mencapai 110.267.017 saham. Rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp91,48 miliar.

Tag : antam
Editor : Setyardi Widodo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top