Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kurs Tengah Terdepresiasi, Mata Uang Asia Variatif

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (23/3/2018) di Rp13.780 per dolar AS, terdepresiasi 43 poin atau 0,31% dari posisi Rp13.737 per dolar AS pada Kamis (22/3/2018).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 Maret 2018  |  11:48 WIB
Rupiah - JIBI/Rachman
Rupiah - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (23/3/2018) di Rp13.780 per dolar AS, terdepresiasi 43 poin atau 0,31% dari posisi Rp13.737 per dolar AS pada Kamis (22/3/2018).

Kurs jual ditetapkan Rp13.849 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.711 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp138.

Mata uang lainnya di Asia terpantau bergerak cenderung variatif terhadap dolar AS, dengan won Korea Selatan memimpin pelemahan sejumlah mata uang setelah terdepresiasi 0,78%.

Pelemahan won Korsel diikuti rupiah dan ringgit Malaysia yang terdepresiasi 0,1%. Adapun nilai tukar rupiah melemah 32 poin atau 0,23% ke level Rp13.787 per dolar AS pada pukul 11.13 WIB.

Di sisi lain, yen Jepang yang menguat 0,46% memimpin apresiasi beberapa mata uang Asia. Penguatan yen pagi ini diikuti baht Thailand yang menguat 0,17%.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia terpantau melemah 0,27% atau 0,244 poin ke level 89,613 pada pukul 11.04 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka turun 0,21% atau 0,191 poin di level 89,666, setelah pada perdagangan Kamis (22/3) berakhir naik tipis 0,08% atau 0,074 poin di posisi 89,857.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

23 Maret

13.780

22 Maret

13.737

21 Maret

13.759

20 Maret

13.761

19 Maret

13.765

 

 

 

 

Sumber: Bank Indonesia

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kurs tengah bi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top