Harga Kopi Sentuh Level Terendah dalam 8 Bulan

Harga kopi mengalami kemerosotan ke level terendah dalam 8 bulan pada penutupan perdagangan Jumat (16/3) seiring dengan proyeksi meningkatnya produksi di samping menurunnya tingkat ekspor.
Eva Rianti | 20 Maret 2018 14:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga kopi mengalami kemerosotan ke level terendah dalam 8 bulan pada penutupan perdagangan Jumat (16/3) seiring dengan proyeksi meningkatnya produksi di samping menurunnya tingkat ekspor.

International Coffee Organization (ICO) melaporkan harga kopi rata—rata mencapai 114 sen per pon pada Desember 2017, turun 2,8% dari November 2017 sebesar 117,26 sen per pon.

Adapun harga rata—rata pada Januari sedikit naik dari bulan sebelumnya di 115,60 sen per pon kendati pada Februari, harga rata—rata kembali melemah menjadi 114,19 sen per pon.

Sepanjang tahun 2018, harga kopi telah mengalami pelemahan hingga 6,22% yang tercatat pada Selasa (20/3) ketika harga bergerak di level 119,35 sen per pon.

Berdasarkan data ICO, pasar kopi telah mengalami surplus dalam 2 tahun terakhir. Pada 2017, pasar kopi mengalami surplus sebanyak 44.000 kantong yang merupakan selisih antara jumlah produksi sebanyak 158,93 juta kantong yang tidak diimbangi dengan total konsumsi sebanyak 158.886 juta kantong. Angka tersebut lebih rendah dibanding surplus pada 2016 sebesar 312.000 kantong.

Dalam publikasi risetnya, analis Piracicab—SP Dra. Margarete Boteon menuturkan bahwa tertekannya harga kopi diakibatkan produksi kopi robusta di Brasil yang diproyeksikan mengalami peningkatan.

“Cuaca pada musim 2017/2018 mendukung peningkatan produksi tanaman kopi di Brasil, penghasil utama kopi robusta di dunia. Diperkirakan, output yang besar dan berkualitas tinggi akan bertambah pada beberapa bulan mendatang,” papar Boteon, seperti dilansir Bloomberg, Selasa (20/3).

“Sejauh ini panen pada musim 2017/2018 telah memuaskan,” lanjutnya.

Kawasan Brasil diperkirakan terjadi peningkatan hasil kopi yang bervariasi, yakni dari 10%—30% lebih tinggi daripada periode 2016/2017. Lebih luas, pada musim 2018/2019, panen diperkirakan sekitar 18%—30% lebih besar dari panen musim ini.

Di samping itu, faktor ekspor yang menurun juga memberi tekanan pada harga kopi global. Menurut data Dewan Eksportir Kopi, pada periode Februari, ekspor kopi Brasil 15,5% lebih rendah dibandingkan bulan Januari dan 8,4% di bawah periode Februari pada musim sebelumnya.

Menyikapi rendahnya harga kopi global, Head of group research ED & F Man Holding Ltd Kona Haque berpendapat bahwa harga yang telah mengalami pelemahan memaksa beberapa produsen untuk memotong investasi pada tanaman yang bertujuan untuk mendorong adanya pemangkasan output.

Pandangan Haque tersebut diulang—ulang dalam konferensi yang diadakan di New Orleans pada 15—18 Maret 2018.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh 700 peserta termasuk perwakilan dari roaster kopi, pedagang, importir, produsen, dan broker. Sebagian besar peserta sepakat bahwa pada musim ini diperkirakan akan terjadi penurunan harga hingga 18% dan pasar mengalami bearish.

Namun dari segi konsumsi, sebuah survei yang dilakukan pada 8—23 Januari 2018 terhadap 2.737 orang Amerika Serikat menunjukkan masih tingginya tingkat konsumsi. Amerika Serikat adalah konsumsi kopi terbaik di dunia.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh National Coffee Association tersebut, jumlah orang Amerika yang minum kopi setiap hari naik menjadi 64% pada tahun ini dibandingkan 62% pada 2017.

Tag : harga kopi
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top