Sektor Tambang Terdampak Aturan Harga Batu Bara, IHSG Melemah

Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Rabu (14/3/2018), tertekan pelemahan sektor tambang.
Renat Sofie Andriani | 14 Maret 2018 17:26 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan, di Jakarta, Selasa (27/2/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA— Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Rabu (14/3/2018), tertekan pelemahan sektor tambang.

IHSG ditutup melemah 0,47% atau 30,22 poin di level 6.382,62, setelah dibuka turun tipis 0,03% atau 1,96 poin di posisi 6.410,89. Adapun pada perdagangan Selasa (13/3/2018), IHSG berakhir merosot 1,35% atau 87,84 poin di level 6.412,85.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran level 6.363,63 – 6.412,75. Dari 572 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 147 saham menguat, 220 saham melemah, dan 205 saham stagnan.

Berdasarkan data Bloomberg, tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah, dipimpin sektor tambang (-2,01%) dan aneka industri (-1,37%). Adapun sektor konsumer dan finansial masing-masing naik 0,16% dan 0,10%.

Penekan terbesar terhadap pergerakan IHSG pada akhir perdagangan hari ini adalah saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang melemah 4,26%.

Menurut Evan Lie Hadiwidjaja, analis Sinarmas Sekuritas, tekanan penjualan terhadap saham yang berkaitan dengan batu bara di Indonesia berlanjut setelah pemerintah memerintahkan penambang untuk menurunkan harga bahan bakar yang dijual kepada produsen listrik dalam negeri.

“Dampak dari aturan harga batu bara terhadap United Tractors diperkirakan akan terbatas,” lanjut Hadiwidjaja, seperti dikutip Bloomberg.

Beberapa investor telah menggunakan peraturan tersebut sebagai alasan untuk merealisasikan keuntungan dari reli saham pertambangan tahun ini.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 berakhir melemah 0,30% atau 1,74 poin di level 572,90, setelah dibuka turun tipis 0,09% atau 0,49 poin di posisi 574,16 pada perdagangan Selasa (13/3).

Sementara itu, mayoritas indeks saham lainnya di Asia Tenggara bergerak melemah dengan indeks FTSE Malay KLCI (-0,37%), indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,40%), dan indeks PSEi Filipina (-0,84%). Adapun indeks SE Thailand naik 0,11%.

Di kawasan Asia lainnya, pergerakan indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang juga berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, mengekor pelemahan bursa Amerika Serikat (AS).

Indeks Kospi Korsel turun 0,34%, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing turun 0,57% dan 0,44%, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong berakhir turun 0,53%.

Pasar dikejutkan dengan pemecatan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson, hanya kurang dari sepekan setelah penasihat ekonomi utama Gary Cohn mengundurkan diri dari Gedung Putih.

Sebelumnya, pengunduran diri Gary Cohn sebagai penasihat ekonomi utama Trump serta kekhawatiran tentang potensi perang dagang global telah membuat pasar finansial global gelisah.

Trump mencalonkan Direktur CIA Mike Pompeo, mantan anggota kongres yang telah mendukung 'tekanan kembali terhadap ancaman China' untuk menggantikan Tillerson. Perubahan tersebut terjadi saat pemerintah mempertimbangkan tarif lebih luas terhadap berbagai impor China.

“Kebijakan proteksionisme ‘Amerika First’ berkembang menjadi keprihatinan atas perang dagang, yang dianggap sebagai insentif negatif dalam pasar saham,” ujar Kyouko Amemiya, penasihat pasar senior dari SBI Securities Co., seperti dikutip Bloomberg.

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

UNTR

-4,26

ASII

-1,62

ADRO

-4,61

TLKM

-0,73

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

HMSP

+2,38

BBNI

+2,16

CPIN

+4,97

BDMN

+2,55

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top