MNC Sekuritas Netral Sektor Properti, Pilih Saham CTRA, MDLN, PWON

MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi netral atas sektor properti, menimbang masih tingginya tantangan bagi sektor ini untuk tumbuh.
Emanuel B. Caesario | 13 Maret 2018 10:12 WIB
Properti di Jakarta - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA--MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi netral atas sektor properti, menimbang masih tingginya tantangan bagi sektor ini untuk tumbuh.

Tim riset MNC Sekuritas mengatakan bahwa daya beli masih menjadi penghambat pemulihan sektor properti. 

Berdasarkan Survei Bank Indonesia (BI), indeks harga properti residensial tumbuh 3,5% YoY, sedikit lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu, yang hanya tumbuh 2,8% YoY. Namun, masih lebih rendah dibandingkan 2014 dan 2015 yang mampu mencatat pertumbuhan di atas 5% YoY. 

Pertumbuhan penjualan perumahan pada kuartal IV/2017 juga ikut melemah menjadi 3,05% QoQ, lebih rendah dibandingkan 2014-2015 yang dapat mencapai double digit.

Di sisi lain, pergeseran pola konsumsi menjadi peluang bisnis sektor properti perhotelan.

Hal ini tentunya berpotensi menjadi peluang yang baik bagi bertumbuhnya industri pariwisata dan perhotelan di mana jumlah wisatawan asing bertumbuh dengan CAGR 2013-2017 sebesar 9,58%. 

MNC Sekuritas menilai sektor properti perhotelan berpotensi bertumbuh positif di 2018 ditopang oleh sejumlah faktor. 

Pertama, target turis asing meningkat menjadi 17 juta orang atau tumbuh dengan estimasi sebesar 24,08% YoY di 2018.

Kedua,  munculnya banyak area destinasi wisata domestik baru seperti Labuan Bajo, Sumba, Pulai Morotai (Halmahera), pantai Mandalika dll.

Ketiga, perhelatan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Keempat, potensi naiknya tingkat hunian atau occupancy rate.

Sementara itu, bagi sektor properti secara umum, MNC Sekuritas menilai ada beberapa katalis yang akan mempengaruhi pertumbuhan sektor ini.

Pertama, investor masih cenderung wait and see pada saham emiten properti. Kedua, penjualan properti residensial yang prospektif untuk kelas segmen menengah dan bawah serta berkonsep TOD.

Ketiga, diversifikasi proyek untuk memperbesar porsi recurring income. Keempat, nilai valuasi yang sudah undervalued, tercermin dari NAV sudah terdiskon cukup besar di atas 60%.

"Kami masih mempertahankan outlook netral untuk sektor properti pada 2018," tulis tim riset MNC Sekuritas dalam keterangan resmi, Selasa (13/3/2018).

Adapun, saham properti pilihan MNC Sekuritas adalah CTRA dengan rekomendasi hold dan target harga Rp1.245, MDLN dengan rekomendasi buy dan target harga Rp440, dan PWON dengan rekomendasi hold dan target harga Rp715 per saham.

Tag : saham properti
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top