Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham MAPI Diproyeksi Tembus Rp8.000, Ini Alasannya!

Tantangan di sektor ritel belum selesai, tetapi tampaknya investor perlu mencermati peluang peningkatan nilai saham PT Mitra Adi Perkasa Tbk. atau yang akrab dengan kode saham MAPI.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 12 Februari 2018  |  21:33 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/2/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/2/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA--Tantangan di sektor ritel belum selesai, tetapi tampaknya investor perlu mencermati peluang peningkatan nilai saham PT Mitra Adi Perkasa Tbk. atau yang akrab dengan kode saham MAPI.

Tahun 2017 bukanlah tahun yang cukup menggembirakan bagi MAPI. Namun, di tahun 2017 MAPI berhasil melakukan restrukturisasi dengan menutup department store yang berkinerja kurang prima, yakni Debenhams dan Lotus.

Paulina, Analis Sektor Ritel Sinarmas Sekuritas, mengatakan bahwa dengan mengurangi department store yang berkinerja buruk, MAPI bisa melakukan efisiensi biaya. Langkah ini sangat positif bagi MAPI, meskipun memberi sinyal kuat terhadap besarnya tantangan sektor ritel saat ini.

MAPI menemukan adanya perubahan preferensi pelanggan untuk belanja, yang tadinya di deparment store kini beralih ke specialty outlet. MAPI masih mempertahankan format toko ritel lainnya seperti Sogo, Seibu dan Geleries Lafayette.

“Hal ini menyebabkan penguarangan biaya operasional. Penurunan pada biaya operasi MAPI yang menyumbang 42% dari pendapatan akan memungkinkan perusahaan untuk memiliki margin bersih yang lebih baik,” ungkapnya dalam riset outlook 2018.

MAPI kemungkinan akan terus berekspansi di segmen specialty store. MAPI juga kemungkinan akan sangat ekspansif di segmen F&B meski sektor ini mendapat banyak tantangan dari pesaing. Starbucks akan menjadi merek utama yang paling ekspansif, sekitar 50-60 outlet baru yang akan dibuka pada 2018.

“MAPI bahkan mulai melihat peluang ekspansi regional yang mana langkah awalnya sudah dimulai dengan penetrasi di pasar Vietnam melalui toko Zara,” ungkapnya.

Paulina memberi rekomendasi beli atas saham MAPI dengan target harga Rp8.050 untuk periode 52 pekan, terhitung sejak awal 2018. Saat ini, MAPI ditransaksikan di harga Rp7.150 yang mencerminkan PE Ratio 35,75 kali. MAPI berada dalam tren meningkat sejak awal tahun.

Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip awal Februari lalu, ada 20 analis yang memberi rekomendasi beli atas saham MAPI, sementara hanya 1 yang memberi rekomendasi jual. Rata-rata, target harga yang dipatok kalangan analis untuk MAPI hingga akhir 2018 adalah Rp8.187.

Laura Taslim, Analis Mandiri Sekuritas, mengatakan juga memberi rekomendasi beli atas saham MAPI dengan target harga Rp8.500.

Laura mengatakan, MAPI menargetkan penghapusbukuan dari penutupan gerai toko dilakukan satu kali yakni pada kuartal IV/2017 dengan nilai Rp80 miliar hingga Rp100 miliar. Semula, penghapusbukuan ini ingin dilakukan bertahap hingga 2018 sehingga penghapusbukuan pada kuartal IV/2017 semula hanya Rp10 miliar hingga Rp30 miliar.

“Kenaikan berkelanjutan untuk margin prifitabiltias, SSSG yang tetap dan usaha ekspansi yang konsisten seharusnya berimbas pada pertumbuhan laba yang kuat. Kami memprediski EPS sebesar 37% CAGR pada 2016-2018,” ungkapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mitra adi perkasa
Editor : Ana Noviani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top