Stimulus Dongkrak Saham Consumer Goods

Janji pemerintah memberikan stimulus kepada industri berbasis konsumsi berhasil mendongkrak performa saham barang konsumsi (consumer goods).
Hadijah Alaydrus | 02 Februari 2018 18:49 WIB
Pengunjung berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Selasa (16/1/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Janji pemerintah memberikan stimulus kepada industri berbasis konsumsi berhasil mendongkrak performa saham barang konsumsi (consumer goods).

Stimulus ini berhasil menggoda tiga pengelola keuangan besar dunia, BlackRock Inc., Deutsche Bank Wealth Management dan Manulife Financial Corp., untuk ikut menanamkan dananya di sektor tersebut.

Januari 2018, BlackRock and Deutsche Bank meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Indofood CBP Sukses Makmur and PT Indofood Sukses Makmur. Alhasil, saham Indofood Sukses Makmur naik 1,3% pada perdagangan Jumat ini dan Indofood CBP menguat 0,9% setelah indeks saham barang konsumsi IHSG meningkat 0,9%.

"Konsumsi rumah tangga di Indonesia akan pulih tahun ini," ungkap head of Asian and Global Emerging Market Equities for BlackRock Andrew Swan kepada Bloomberg, Jumat (02/02).

Menurut Andrew, pulihnya konsumsi rumah tangga merupakan dampak dari pemilihan kepala daerah tahun ini serta stabilnya tarif listrik. Selain itu, harga komoditas yang cukup baik selama beberapa waktu terakhir turut memberikan dampak pemulihan konsumsi rumah tangga.

Hal ini diperkuat dengan, data Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan perbaikan indeks kepercayaan konsumen yang tengah berada di level tertingginya sejak 2002.

Katarina Setiawan, Investment Strategist Manulife mengatakan berbagai inisiatif yang dilakukan pemerintah untuk menjaga daya beli tahun ini akan mendorong pertumbuhan konsumsi yang lebih tinggi.

"Hasil dari upaya pemerintah memperbaiki infrastruktur dan menurunkan biaya logistik akan mulai dirasakan konsumen," ujar Katarina.

Baik BlackRock dan Manulife juga melihat profit dalam investasi di saham produsen rokok seiring dengan upaya pemerintah mengucurkan anggaran belanjanya untuk memperbaiki penurunan konsumsi rumah tangga di dalam negeri yang melemah dalam enam tahun terakhir.

BlackRock diketahui meningkatkan sahamnya di produsen rokok terbesar di Indonesia PT Hanjaya Mandala Sampoerna dan PT Gudang Garam. Sementara itu, Manulife juga mengalirkan investasinya kepada saham beberapa perusahaan rokok dengan alasan valuasi saham perusahaan tersebut lebih baik dibandingkan saham barang konsumsi lainnya.

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top