Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Fluktuatif di Awal Dagang, Secara Teknikal Cenderung Menguat

Indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada awal perdagangan pertama pekan ini, Senin (22/1/2018), setelah sukses menorehkan rekor baru pada perdagangan terakhir pekan lalu.
Karyawan beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/1)./JIBI-Felix Jody Kinarwan
Karyawan beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/1)./JIBI-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada awal perdagangan pertama pekan ini, Senin (22/1/2018), setelah sukses menorehkan rekor baru pada perdagangan terakhir pekan lalu.

IHSG hari ini dibuka dengan penguatan 0,07% atau 4,49 poin di level 6.495,38. Penguatannya kemudian terkikis menjadi 0,04% atau 2,79 poin ke level 6.493,69 pada pukul 09.11 WIB.

Adapun pada perdagangan Jumat (19/1), IHSG berhasil kembali menorehkan roker dengan ditutup menguat 0,28% atau 18,23 poin di posisi 6.490,90, level tertinggi sepanjang masa.

Sebanyak 112 saham bergerak menguat, 31 saham bergerak melemah, dan 428 saham stagnan dari 571 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak positif dengan support utama sektor tambang (+1,16%) dan finansial (+0,24%). Adapun sektor infrastruktur dan konsumer masing-masing turun 0,25% dan 0,24%.

Sinarmas Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan menguat.

Tim analis Sinarmas Sekuritas menyebutkan secara teknikal IHSG diprediksi bergerak mixed cenderung menguat di kisaran 6.458-6.522 pada perdagangan hari ini.

Sejumlah sentimen diprediksi akan memengaruhi gerak indeks hari ini. Dari luar negeri, bursa AS ditutup menguat pada perdagangan Jumat (19/1) saat pasar memperkirakan bahwa dampak dari government shutdown hanya akan sedikit berpengaruh terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Bursa Eropa pun ditutup menguat karena data makro ekonomi yang cukup baik.

Dari dalam negeri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pembiayaan multifinance sampai 2017 mencapai Rp415 triliun atau tumbuh 7,05% YoY. Realisasi pembiayaan tersebut sesuai proyeksi Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI).

Selanjutnya, survei pemantauan harga (SPH) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menyebutkan bahwa pada minggu ke-II Januari 2018 terjadi inflasi sekitar 3,2% year on year (yoy). Angka tersebut masih dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas terutama kebutuhan pokok.

Bersama IHSG, pergerakan indeks Bisnis27 menguat 0,11% atau 0,64 poin ke 592,39 pada pukul 09.12 WIB, setelah dibuka dengan kenaikan 0,10% atau 0,60 poin di posisi 592,34.

Sementara itu, indeks saham lainnya di Asia Tenggara terpantau bergerak variatif pagi ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,14%), indeks FTSE KLCI Malaysia (+0,09%), dan indeks PSEi Filipina (+0,18%).

 

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:

BMRI

+0,93%

BBCA

+0,45%

ADRO

+2,75%

PGAS

+1,70%

Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:

HMSP

-0,98%

TLKM

-0,72%

CPIN

-2,26%

ASII

-0,30%

Sumber: Bloomberg

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Fajar Sidik

Topik

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro