2018, Garuda Maintenance (GMFI) Ekspansi ke Timur Tengah

Perusahaan pelat merah PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. menargetkan sejumlah ekspansi bisnis perusahaan hingga ke Timur Tengah pada 2018.
M. Nurhadi Pratomo | 14 Januari 2018 18:59 WIB
Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Iwan Joeniarto (tengah), mendengarkan pertanyaan saat paparan publik di Jakarta, Senin (11/9). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan pelat merah PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. menargetkan sejumlah ekspansi bisnis perusahaan hingga ke Timur Tengah pada 2018.

Direktur Utama Garuda Maintenanance Facilty (GMF) Aero Asia Iwan Joeniarto mengungkapkan tahun ini perusahaan masih fokus melakukan ekspansi bisnis perusahaan dengan menggandeng beberapa mitra usaha. Ekspansi tersebut bakal dilakukan di beberapa area seperti Batam, Australia, Korea, dan Timur Tengah.

Iwan mengatakan sudah mengantongi nama-nama mitra usaha yang bakal digandeng dalam ekspansi tersebut. Akan tetapi, pihaknya belum bisa mempublikasikan saat ini.

Untuk mendukung rencana ekspansi tersebut, sambungnya, perusahaan telah memperkirakan belanja modal atau capital expenditure (capex) yang bakal digelentorkan pada tahun ini. Nilai investasi yang diperlukan mencapai US$100 juta.

Dia menjelaskan bahwa untuk pendanaan perusahaan dalam jangka pendek perusahaan bakal menggunakan anjak piutang serta pinjaman bank. Kemudian, dalam jangka panjang, bakal digunakan dana yang dihimpun melalui penawaran umum saham perdanan (IPO), investor strategis, dan kredit investasi.

Iwan menjelaskan bahwa perusahaan dalam waktu dekat bakal melakukan private placement sebesar 10% serta pelepasan saham lama milik induk perusahaan, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., sebesar 10%.

“[Saat ini] masih dalam tahap negoisasi dan finalisasi dengan calon investor strategis dibantu oleh BNP Paribas,” jelasnya kepada Bisnis.com akhir pekan kemarin.

Pada kuartal III/2017, emiten berkode saham GMFI tersebut mencatatkan pendapatan sebesar US$310,5 juta atau tumbuh 15% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Jumlah itu melampaui target yang dipasang perseroan pada periode tersebut senilai US$304,4 juta.

Pendapatan yang dibukukan hingga kuartal III/2017 menembus 73,2% dari target keseluruhan 2017 sebesar US$424 juta. Dari pendapatan tersebut, GMFI membukukan laba bersih US$38,1 juta.

Menurut catatan Bisnis, laba yang dibukukan berasal dari peningkatan volume pekerjaan perawatan mesin dan perawatan komponen. Selain itu, manajemen mengklaim bahwa upaya peningkatan kapabilitas perawatan mesin juga berkontribusi terhadap pencapaian kuartal III/2017.

/

Tag : garuda maintenance facility
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top