Wall Street Pertajam Rekor di Awal Tahun, S&P 500 Tembus 2.700

Sejumlah indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street berhasil kembali mengukir rekor pada akhir perdagangan di awal tahun, Rabu (3/1/2018), dengan S&P 500 untuk pertama kalinya menembus level 2.700
Renat Sofie Andriani | 04 Januari 2018 05:43 WIB
Bursa Saham AS Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street berhasil kembali mengukir rekor pada akhir perdagangan di awal tahun, Rabu (3/1/2018), dengan S&P 500 untuk pertama kalinya menembus level 2.700, ditopang penguatan saham teknologi.

Indeks S&P 500 berakhir menguat 0,64% atau 17,25 poin di 2.713,06, indeks Nasdaq Composite menanjak 0,84% atau 58,63 poin di level 7.065,53, dan indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,4% atau 98,67 poin di level 24.922,68.

Bursa saham AS menambahkan kenaikannya ditopang hasil risalah rapat dari pertemuan kebijakan The Federal Reserve pada Desember yang menunjukkan bahwa bank sentral AS tersebut cenderung akan bertahan dengan laju penaikan suku bunga secara bertahap tahun ini.

“Mereka kembali menyatakan tentang kenaikan bertahap, sesuatu yang sepertinya disukai pasar saham,” kata Bucky Hellwig, senior vice president BB&T Wealth Management di Birmingham, Alabama, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/1/2018).

Pergerakan saham pada awal sesi perdagangan sebelumnya ditopang data yang menunjukkan peningkatan aktivitas pabrik AS lebih dari yang diperkirakan pada bulan Desember, tanda momentum ekonomi pada akhir 2017. Sementara itu, survei manufaktur menunjukkan awal yang kuat bagi ekonomi Eropa.

Untuk saham teknologi, Alphabet Inc., IBM, dan sejumlah pembuat chip berada di antara pendorong terbesar terhadap indeks. Indeks teknologi S&P 500, sektor berkinerja terbaik pada S&P dengan lonjakan sebesar 37% sepanjang 2017, mengakhiri perdagangan Rabu dengan kenaikan 1,1%.

Saham produsen chip AS melonjak untuk sesi kedua berturut-turut, dengan indeks Semiconductor Philadelphia naik 1,7% dalam kinerja dua hari terkuatnya sejak Juni 2016.

“Selloff (baru-baru ini) pada saham teknologi mungkin membuat sektor itu terlihat menarik hari ini [Rabu], mengingat masih ada potensi pertumbuhan yang signifikan baik jangka pendek maupun jangka panjang,” lanjut Hellwig.

Penguatan pada sektor energi dan kesehatan juga mendorong pasar. Indeks energi pada S&P naik 1,5% sedangkan indeks kesehatan pada S&P naik 1%.

Di sisi lain, saham Intel Corp berakhir turun 3,4%. Perusahaan tersebut mengakui sebuah laporan bahwa cacat desain pada chipnya bisa membuat hacker mencuri data. Namun Intel menyatakan bahwa pihaknya sedang mengupayakan solusi yang tidak akan memperlambat komputer secara signifikan.

 

Tag : wall street
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top