PROFINDO SEKURITAS INDONESIA: Rekomendasi Beli Saham PTPP, SMBR, dan ICBP

Profindo Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG akan bergerak mixed menguat dalam transaksi dagang hari ini.
Mia Chitra Dinisari | 13 Desember 2017 09:49 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/11). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Profindo Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG akan bergerak mixed menguat dalam transaksi dagang hari ini.

Analis Dimas Pratama mengatakan IHSG pada perdagangan kemarin bergerak mixed dan berakhir menguat tipis yang terdorong oleh sektor mining dan industry dasar. Asing membukukan net sell sebesar Rp 666 miliar di seluruh pasar. Secara teknikal indeks ditutup di atas middle bollinger band dengan indikator stochastic dan RSI bergerak menguat sedangkan MFI flat.

"Kami perkirakan indeks kemungkinan masih akan bergerak mixed mencoba menguat," tulisnya dalam riset.

Sementara itu, saham yang dapat diperhatikan INAF (SoS), PTPP (buy), SMBR (buy), ICBP (buy), dan HRUM (SoS).

Indeks Dow Jones dan S&P berakhir menguat yang terdorong sektor perbankan karena optimisme investor terhadap pemotongan pajak serta penguatan ekonomi setelah rilis data inflasi yang menggembirakan. Indeks harga produsen AS tumbuh 0.4% MoM atau 3.1% YoY di bulan November. Data ini keluar menjelang pertemuan The Fed yang menguatkan kemungkinan kenaikan suku bunga. Indeks Dow Jones +0.49%, S&P 500 +0.15% dan Nasdaq -0.19%

Bursa Eropa berakhir di teritori positif karena sentimen pertemuan The Fed dan juga optimisme pemotongan pajak serta rilis data ekonomi yang melebihi ekspektasi. Inflasi Inggris tercatat tumbuh 0.3% MoM di bulan November diatas estimasi 0.2%. Indeks FTSE 100 +0.63%, DAX +0.46, CAC 40 +0.75% dan Stoxx 600 +0.66%.

Harga minyak mentah dunia berakhir melemah akibat aksi profit taking setelah mengalami penguatan pada Senin karena adanya gangguan produksi akibat ditutupnya pipa forties. API pada dini hari ini merilis data pasokan minyak AS yang turun 7.4 juta barel dibandingkan dengan estimasi yang hanya akan turun 4 juta barel.

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top