Akhir 2017, Wika Beton (WTON) Yakin Arus Kas Positif

Korporasi beton, PT Wijaya Karya Beton Tbk., meyakini arus kas perseroan dapat berada dalam kondisi positif pada akhir 2017.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 11 Desember 2017  |  16:15 WIB
Akhir 2017, Wika Beton (WTON) Yakin Arus Kas Positif
Direktur PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) Mohammad Syafii menyampaikan paparannya saat berkunjung ke kantor Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (15/11). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Korporasi beton, PT Wijaya Karya Beton Tbk., meyakini arus kas perseroan dapat berada dalam kondisi positif pada akhir 2017.

Sampai 30 September 2017, arus kas dari aktivitas operasi Wijaya Karya Beton mencapai Rp107,76 miliar atau lebih baik dibandingkan dengan minus Rp251,96 miliar pada periode yang sama 2016.

Arus kas aktivitas operasi ini biasanya menjadi perhatian investor terhadap emiten yang bergerak di sektor terkait konstruksi. Dalam beberapa kuartal sebelumnya, arus kas operasi Wika Beton dalam kondisi negatif.


Direktur Keuangan Wika Beton Mohammad Syafii mengatakan pihaknya berharap arus kas dari aktivitas operasi dapat terus positif sampai akhir 2017. “Tidak jauh dari Rp200 miliar,” katanya ketika ditemui, Senin (11/12).

Salah satu akun dalam arus kas dari aktivitas operasi merupakan penerimaan kas dari pelanggan yang mencapai Rp2,7 triliun sampai 30 September 2017 atau lebih tinggi dibandingkan dengan Rp2,1 triliun pada periode yang sama 2016.

Selain arus kas dari aktivitas operasi, perusahaan juga membukukan arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp433,24 miliar pada 30 September 2017 atau meningkat dibandingkan dengan Rp246,55 miliar pada periode yang sama 2016.

Di samping itu, perusahaan juga membukukan kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan sebesar Rp240,79 miliar per 30 September 2017 atau lebih tinggi dibandingkan dengan Rp60,89 miliar per 30 September 2016.

Dengan kondisi tersebut, saldo kas dan setara kas Wika Beton di akhir periode sampai 30 September 2017 sebesar Rp257,52 miliar atau lebih rendah dibandingkan dengan Rp386 miliar pada periode yang sama 2016.

Syafii mengatakan perusahaan akan berusaha untuk membukukan pendapatan sebesar Rp5,1 triliun sampai akhir 2017 dengan laba bersih Rp360 miliar. Dalam periode 9 bulan pada 2017, Wijaya Karya telah membukukan pendapatan Rp3,43 triliun dan laba bersih Rp172 miliar.

Syafii mengatakan perusahaan menargetkan pertumbuhan kinerja seperti kontrak baru, pendapatan dan laba bersih sebesar 20% pada 2018. Syafii berharap proyek yang dikerjakan oleh perusahaan tidak terdampak aktivitas pemilihan umum pada 2018.

“Sepanjang proyek itu masuk dalam PSN (Proyek Strategis Nasional) proyek itu tidak terganggu pemilu,” katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wika beton

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top