Prefunding 2018, Pemerintah Terbitkan Global Bond US$4 Miliar

Pemerintah merealisasikan penjualan surat utang negara dalam denominasi dolar AS senilai total US$4 miliar dalam rangka prefunding tahun anggaran 2018.
Emanuel B. Caesario | 05 Desember 2017 13:50 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah merealisasikan penjualan surat utang negara dalam denominasi dolar AS senilai total US$4 miliar dalam rangka prefunding tahun anggaran 2018.

Berdasarkan keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, transaksi tersebut telah diselesaikan hari ini, Selasa (5/12/2017) waktu Jakarta atau Senin (4/12/2017) waktu New York, AS.

Surat utang tersebut diterbitkan dengan format SEC-Registered Standalone dalam tiga seri, yakni Seri RI0123 tenor 5 tahun senilai US$1 miliar, RI0128 tenor 10 tahun US$1,25 miliar, dan RI0148 tenor 30 tahun US$1,75 miliar. Tanggal jatuh tempo tiap seri dihitung sejak tanggal settlement obligasi ini, yakni pada 11 Desember 2017 mendatang.

Penerbitan obligasi ini memperoleh peringkat layak investasi dari seluruh lembaga pemeringkat global. Moody’s memberi peringkat Baa3, Standard & Poor’s BBB-, dan Fitch Ratings BBB-.

Pemerintah memanfaatkan sentimen positif investor untuk prefunding, atau melakukan penerbitan SUN pada akhir 2017 untuk menjamin ketersediaan anggaran pada awal tahun anggaran 2018.

“Dengan melakukan transaksi di pekan pertama Desember, pemerintah memanfaatkan momentum strategis sebelum adanya potensi kenaikan tingkat suku bunga The Fed,” tulis DJPPR dalam keterangan resmi, Selasa (5/12/2017).

Seri RI0123 diterbitkan dengan kupon 2,95%, sementara yield-nya 3% dan harga 99,769% dari harga par. Seri RI0128 memiliki kupon 3,5%, yield 3,55%, dan harga 99,582%. Seri RI0148 memiliki kupon 4,35%, yield 4,4%, dan harga 99,172%.

Yield yang diperoleh ketiga seri tersebut adalah yield terendah yang pernah diperoleh pemerintah Indonesia pada tenor-tenor tersebut. Nominal penerbitan sebesar US$4 miliar juga merupakan salah satu yang terbesar yang pernah dilakukan, seperti halnya pada Januari 2014 dan Januari 2015.

Tag : Obligasi, global bond
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top