Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

POLY Siapkan Capex US$10 Juta

PT Asia Pacific Fibers Tbk. menyiapkan belanja modal untuk tahun depan sebanyak US$10 juta yang sebagian besar akan digunakan untuk peremajaan mesin agar meningkatkan daya saing produk.

Bisnis.com, JAKARTA – PT Asia Pacific Fibers Tbk. menyiapkan belanja modal untuk tahun depan sebanyak US$10 juta yang sebagian besar akan digunakan untuk peremajaan mesin agar meningkatkan daya saing produk.

Presiden Direktur Asia Pacific Fibers V. Ravi Shankar mengatakan dari alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) sebanyak itu, sekitar US$7 juta dolar akan digunakan untuk peremajaan mesin.

“Pendanaan capex dari internal,” ujarnya usai paparan publik, Senin (4/12/2017).

Sisanya sebanyak US$3 juta dolar lanjutnya, akan digunakan untuk peningkatan teknologi dan engineering yang ditujukan untuk revamping fasilitas purified terephthalic acid (PTA) di Karawang, Jawa Barat.

Pasalnya, perseroan menargetkan bisa mengoperasikan kembali fasilitas tersebut pada kuartal I/2019. Namun, emiten berkode saham POLY tersebut masih melakukan sejumlah analisa khususnya terkait harga di dalam negeri.

Selain itu, perseroan juga melakukan negosiasi dengan konsumen dalam negeri. Menurutnya, jika jumlah pembeli meningkat maka PTA akan kembali dioperasikan. Proses revamping, lanjutnya, diperkirakan akan membutuhkan waktu sekitar 12 bulan hingga 15 bulan.

“Untuk teknologi engineering bisa mulai duluan. Revamping target 2019,” ujarnya.

Hanya saja, lanjutnya, untuk pengoperasian kembali fasilitas itu, juga sangat tergantung dari proses restrukturisasi utang yang kini masih berjalan. Menurutnya, perseroan akan terus melakukan upaya terbaik untuk membahas restrukturisasi tersebut dengan Kementerian Keuangan.

PROYEKSI MEMBAIK
Pada tahun ini, lanjutnya, untuk produksi polimer dan fiber perseroan diperkirakan akan turun sekitar 10% dibandingkan dengan produksi tahun lalu. Hal tersebut merupakan akibat dari permintaan pasar yang menurun pada kuartal I/2017 dan kuartal II/2017.

Namun, dia mengungkapkan pada kuartal III/2017 hingga kuartal IV/2017, permintaan mulai meningkat. Sementara untuk produk filamen akan jalan terus sesuai rencana.

“Tahun depan akan lebih bagus,” ujarnya.

Ravi menargetkan utilisasi pabik yang saat ini sekitar 85% akan meningkat menjadi 90% seiring dengan prospek membaiknya pasar pada tahun depan.

“Harga bahan baku meningkat, saya harap revenue tahun depan 15% lebih tinggi. Harusnya pada tahun depan bisa laba,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Lukas Hendra TM
Editor : Ana Noviani
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper