Beli Rumah Susun, BSDE Lakukan Transaksi Rp954,29 Miliar

Grup Sinarmas, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) melakukan transaksi afiliasi senilai Rp954,29 miliar.
Novita Sari Simamora | 28 November 2017 19:50 WIB
Presiden Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk Franciscus Xaverius Ridwan Darmali (dari kanan) berbincang dengan Direktur Lie Jani Harjanto, dan Hermawan Wijaya, selepas RUPS, di Jakarta, Jumat (2/6). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Grup Sinarmas, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) melakukan transaksi afiliasi senilai Rp954,29 miliar.

BSDE melakukan pembelian melalui entitas anak yakni PT Duta Cakra Pesona atas rumah susun seluas 35.989,44 m2, yang merupakan bagian dari Sinarmas MSIG Tower dan terletak di beberapa lantai yaitu lantai basement hingga lantai 17 (refugee floor), lantai 40 hingga lantai 46 (objek transaksi).

"Nilai dalam perjanjian pengalihan sebesar Rp954,29 miliar," tulis Direktur Bumi Serpong Damai Hermawan Wijaya dalam keterbukaan informasi, Selasa (28/11/2017).

Perusahaan real estate ini melakukan transaksi dengan PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG. Tujuan ditekennya transaksi pengalihan iini untuk meningkatkan pendapatan terutama recurring income dalam jangka panjang.

Hermawan mengungkapkan, transaksi ini dalam jangka panjang tidak akan memberikan dampak negatif, terhadap kegiatan operasional dan kondisi keuangan. Hingga September 2017, pendapatan usaha yang dimiliki BSDE mencapai Rp5,82 triliun, naik 36,29% dari posisi Rp4,27 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba periode berjalan hingga September 2017 mencapai Rp2,3 triliun, naik hingga 100% dari posisi Rp1,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sampai September 2017, BSDE memiliki lahan seluas 3.966 ha yang belum dikembangkan. Adapun, lokasi lahan paling luas di BSD City seluas 2.214 ha dengan nilai Rp4,48 triliun. BSDE juga memiliki lahan di Kota Wisata Cibubur seluas 518 ha, senilai Rp677,38 miliar dan Grand City di Balikpapan 203 ha senilai Rp72,41 miliar yang siap dikembangkan.

Emiten properti memasang target porsi pendapatan berulang atas total pendapatan perseroan dapat mencapai 20% hingga 25% dalam lima tahun mendatang. BSDE memproyeksikan, dengan terus mengembangkan proyek investasi baru maka bisa mendorong kontribusi dari segmen pendapatan berulang.

Adapun, selama ini kontribusi recurring income perseroan terhadap total pendapatan masih di kisaran 16% hingga 20%, tergantung dari tinggi atau rendahnya realisasi pendapatan dari lini penjualan properti.

Sebelumnya, perseroan memandang perlu untuk meningkatkan porsi recurring income untuk menjaga kestabilan pendapatan tahunan.
Adapun proyek baru yang dinilai menambah kontribusi recurring income perseroan tahun ini yakni proyek menara perkantoran Green Office Park dan proyek superblock di Tanjung Barat, Jakarta Selatan, yakni Southgate Residence.

Proyek Southgate bakal terdiri atas sejumlah proyek penyumbang pendapatan berulang, yakni satu mal yang akan disewa oleh Aeon Mall, menara perkantoran, hotel, apartemen sewa. Selain itu, perseroan juga menjual unit hunian di sana berupa dua menara apartemen strata-title.

Tag : bsd
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top