KONTRAK BARU: Nusa Raya Cipta (NRCA) Kantongi Rp2,26 Triliun

Korporasi konstruksi swasta, PT Nusa Raya Cipta Tbk., mengantongi kontrak baru Rp2,26 triliun sampai akhir Oktober 2017 atau sekitar 68,5% dari target Rp3,3 triliun sepanjang tahun.
Yodie Hardiyan | 27 November 2017 15:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Korporasi konstruksi swasta, PT Nusa Raya Cipta Tbk., mengantongi kontrak baru Rp2,26 triliun sampai akhir Oktober 2017 atau sekitar 68,5% dari target Rp3,3 triliun sepanjang tahun.

Direktur Nusa Raya Cipta Firman Armensyah Lubis memaparkan kontrak tersebut berasal dari sejumlah proyek yang tersebar di berbagai daerah. “Target (kontrak baru sampai akhir tahun) tetap Rp3,3 triliun,” katanya ketika dihubungi, Senin (27/11/2017).

Firman memaparkan kontrak baru yang diperoleh itu berasal dari proyek Stasiun Cisauk senilai Rp42,5 miliar, Sumber Sari Junction Rp82,3 miliar, Mason Pine Hotel Rp75 miliar, Synthesis Residence Rp365 miliar, Rumah Sakit Mayapada Rp227 miliar.

Selain itu, proyek lain adalah apartemen Silk Town Bintaro Rp200 miliar, pabrik gula Mesuji Rp150 miliar, Apsara Tower Kahyangan Solo Baru Rp67,8 miliar, gedung showroom dan hotel Bina Srikandi Rp102 miliar, Capital Square Surabaya Rp188 miliar, Solid Ubud Bali Rp130 miliar, Dragon Resor Labuan Bajo Rp215 miliar dan Andaz Hotel Rp128 miliar.

Sebagai perbandingan, pada tahun-tahun sebelumnya, Nusa Raya Cipta membukukan kontrak baru Rp2,81 triliun (2016), Rp3,02 triliun (2015), Rp3,18 triliun (2014), Rp4,61 triliun (2013) dan Rp2,78 triliun (2012).

Pada 2017, dari target kontrak baru Rp3,3 triliun, emiten berkode saham NRCA itu menargetkan pendapatan sebesar Rp2,9 triliun. Sampai 30 September 2017, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,5 triliun atau turun 22% dibandingkan dengan Rp1,94 triliun per 30 September 2016.

Penurunan pendapatan itu diikuti oleh penurunan beban pokok pendapatan menjadi Rp1,35 triliun per 30 September 2017 dibandingkan dengan Rp1,76 triliun per 30 September 2016. Kendati mengalami penurunan pendapatan, perusahaan membukukan peningkatan pendapatan lainnya sebesar 5 kali lipat menjadi Rp115,89 miliar per kuartal III/2017 dibandingkan dengan Rp19,71 miliar per kuartal III/2016.

Dengan peningkatan pendapatan lainnya tersebut, laba usaha Nusa Raya Cipta mencapai Rp186,68 miliar per 30 September 2017 atau meningkat dibandingkan dengan Rp107,44 miliar per 30 September 2016.

Nusa Raya Cipta membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp112,95 miliar per kuartal III/2017 atau meningkat 85% dibandingkan dengan Rp60,88 miliar per kuartal III/2016.

Berdasarkan paparan sebelumnya, manajemen perusahaan memiliki sejumlah strategi dan program pada 2017. Di sektor infrastruktur, perusahaan menyatakan akan berfokus dalam pekerjaan jalan tol. Perusahaan juga memiliki strategi kemitraan dengan cara bekerjasama dengan pihak asing, swasta atau BUMN.

Perseroan juga sempat menyatakan keinginannya untuk berpartisipasi dalam tender investasi jalan tol yang diselengarakan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Perseroan berharap memiliki kesempatan untuk mendapatkan konsesi jalan tol tersebut sehingga perseroan memperoleh peluang lebih untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nusa raya cipta

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top