PDB Kuartal III Melambat, Bursa Jepang Makin Tertekan

Indeks Topix Jepang terus membukukan pelemahan pada akhir perdagangan hari kelima berturut-turut, Rabu (15/11/2017), sedangkan indeks Nikkei 225 tertekan untuk hari keenam.
Renat Sofie Andriani | 15 November 2017 14:35 WIB
Bursa Topix Jepang - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Topix Jepang terus membukukan pelemahan pada akhir perdagangan hari kelima berturut-turut, Rabu (15/11/2017), sedangkan indeks Nikkei 225 tertekan untuk hari keenam.

Indeks Topix hari ini dibuka turun 0,58% atau 10,29 poin di level 1.768,58 dan ditutup melorot 1,96% atau 34,86 poin di level 1.744,01, penurunan terbesar sejak 22 Maret.

Dari 2.029 saham pada indeks Topix, 120 saham di antaranya menguat, 1.895 saham melemah, dan 14 saham stagnan.

Saham Toyota Motor Corp. dan Nintendo Co. Ltd. yang masing-masing melemah 2,41% dan 3,77% menjadi penekan utama terhadap pergerakan Topix pada akhir perdagangan hari ini.

Adapun indeks Nikkei 225 berakhir merosot 1,57% atau 351,69 poin di level 22.028,32, setelah dibuka turun 0,58% atau 129,03 poin di posisi 22.250,98.

Sebanyak 13 saham menguat, 211 saham melemah, dan 1 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei.

Saham SoftBank Group Corp. yang melemah 1,99% menjadi penekan utama terhadap pergerakan Nikkei hari ini, diikuti FANUC Corp. (-1,24%) dan Nutto Denko Corp. (-2,86%).

Sementara itu, nilai tukar yen terpantau lanjut terapresiasi 0,33% atau 0,37 poin ke posisi 113,09 per dolar AS pada pukul 14.01 WIB, setelah pada Selasa (14/11) berakhir menguat 0,15% di posisi 113,46.

Dilansir Bloomberg, indeks Topix Jepang melemah untuk lima hari berturut-turut, rentetan penurunan terpanjang sejak September 2016.

Saham yang terkait minyak menjadi penekan utama, menyusul turunnya harga minyak mentah dan laporan yang menunjukkan bahwa pertumbuhan negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut melambat pada kuartal ketiga.

Adapun indeks Nikkei 225 Stock Average mengalami pelemahan selama enam hari berturut-turut, rentetan penurunan terpanjang sejak Mei 2016. Penurunan ini menyusul reli yang dibukukan Nikkei 225 hingga mencapai level tertingginya dalam seperempat abad pekan lalu.

Berdasarkan data Kantor Kabinet Jepang, produk domestik bruto (PDB) meningkat 1,4% pada kuartal ketiga dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pencapaian ini lebih rendah dari perkiraan median ekonom untuk kenaikan sebesar 1,5% serta revisi angka pertumbuhan pada kuartal kedua sebesar 2,6%.

“Dalam reli pasar terakhir, investor sudah bias menuju optimisme atas pertumbuhan global,” kata Mitsushige Akino, seorang pejabat eksekutif dengan Ichiyoshi Asset Management Co., seperti dikutip dari Bloomberg.

“Penurunan harga minyak telah mengingatkan investor terhadap sentimen negatif, seperti bagaimana hal itu kemungkinan akan memakan waktu berlarut-larut bagi pertumbuhan untuk meningkat,” lanjutnya.

Tag : ekonomi jepang, bursa jepang
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top