Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laju Dolar Masih Tekan Emas ke US$1.270, Berikut Rekomendasinya

Menguatnya nilai mata uang dolar AS masih menggerus harga emas menuju US$1.270 per troy ounce atau posisi terendah dalam tujuh minggu terakhir.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 03 Oktober 2017  |  10:56 WIB
Laju Dolar Masih Tekan Emas ke US$1.270, Berikut Rekomendasinya
Logam mulia - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Menguatnya nilai mata uang dolar AS masih menggerus harga emas menuju US$1.270 per troy ounce atau posisi terendah dalam tujuh minggu terakhir.

Pada perdagangan Selasa (3/10/2017) pukul 9.48 WIB, harga emas berada di level US$1.270,47 per troy ounce setelah merosot 0,66 poin atau 0,05%. Ini menjadi posisi terendah sejak 8 Agustus 2017 di level US$1.260,96 per troy ounce.

Dalam waktu yang sama, indeks dolar AS menghijau 0,267 poin atau 0,29% menjadi 93,826. Tren penguatan DXY berlanjut sejak pekan kemarin.

Analis Monex Investindo Futures Putu Agus dalam laporan hariannya mengatakan, belum ada perubahan outlook emas sejak Senin kemarin. Tingginya porbabiltas kenaikan suku bunga di AS masih akan menekan emas.

Menurutnya, selama belum menembus ke atas level US$1.280, emas berpeluang besar melanjutkan penurunan dengan target ke US$1.255 jika mampu menembus support US$1.264 per troy ounce.

Asia Trade Point Futures (ATPF) dalam publikasi risetnya menyampaikan, mata uang USD mendominasi perdagangan pada awal pekan ini, dimana reformasi pajak yang mencapai titik terang menjadi  pemicunya. 

Selain itu, dalam jangka pendek positifnya rilis data ISM Manufacturing PMI AS periode September 2017 pada Senin (2/10/2017) juga turut membenani laju harga emas.

Tercatat ISM Manufacturing PMI AS tumbuh menjadi 60,8, lebih baik dari periode sebelumnya diangka 58.8. Angka ini merupakan angka pertumbuhan aktifitas manufaktur tertinggi sejak Mei 2004.

Situasi ini tentu saja meredupkan kilau emas dan tercatat harga emas ditutup melemah sebesar 0.71% dilevel US$1270,70 per troy ounce.

Saat dihubungi Bisnis.com kemarin, analis ATPF Deddy Yusuf Siregar menyampaikan, sepekan ini harga emas memang cenderung melemah menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting Paman Sam. Fokus pasar akan tertuju kepada data Non Farm Payroll (NFP).

Deddy memprediksi, jika harga emas pada pekan ini tidak bisa bertahan di atas support US$1.270 per troy ounce, harga akan semakin tertekan menuju level US$1.260—US$1.250 per troy ounce.

“Kemungkinan [menguat] itu masih ada. Untuk saat ini, kita pantau dulu level support US$1.270,” paparnya.

Melihat harga emas yang cenderung tertekan, Deddy menyarankan bagi investor jangka panjang untuk melakukan profit taking. Adapun untuk calon investor, sebaiknya melakukan wait and see sambil menantikan data NFP.

Dalam rekomendasi hariannya, ATPF merekomendasikan jual terhadap emas. Berikut analisis teknikalnya.

Support: US$1.266,86; US$1.263,01; US$1.256,45

Pivot: US$1.273,42

Resistan: US$1.277,27; US$1.283,83; US$1.287,68

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas logam mulia
Editor : Ana Noviani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top